JURNALSUKABUMI.COM – Proses pencarian terhadap korban bencana banjir bandang di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Anang alias Ajo (25) memasuki hari ketiga, Rabu (23/09/2020).
Dalam proses pencarian kali ini, tim SAR gabungan membagi menjadi dua search resque unit (SRU). SRU pertama melakukan penyisiran sepanjang sungai Cicatih menggunakan perahu karet dengan radius kurang lebih 11 KM dari lokasi kejadian.
Kemudian, SRU kedua melakukan penyisiran visual melalui jalur darat dengan radius 8 KM dari lokasi kejadian. “Pencarian hari ini kita akan kerahkan seluruh kekuatan personil SAR gabungan serta alat utama yang ada di lapangan, Harapan kami semua agar korban bisa segera ditemukan,” tegas Hendra Sudirman, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta selaku SMC (SAR Mission Coordinator) pada operasi SAR ini.
Hendra mengungkapkan pada operasi SAR hari ini melibatkan ratusan personil SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Sukabumi, TNI, Polisi, Brimob, PMI Sukabumi, Baznas, IEA Sukabumi, Pramuka Peduli, SAR Khatulistiwa, ACT, River Tubing, KMPLHK Ranita UM Jakarta, Mapala Jabodetabek, Fasi DKI Jakarta, Rotasi Adv, FKP3D, TSD, RMAI, Pramuka SMK EKA, Jampang Peduli, Perpala Spider 2000, Faji Sukabumi, KSR Pakwan, KPA Lalang Buana, Mapala CBI, Panthera, Wanadri, AQL Peduli, AERI, SAROA, WMI, Mapala Ummi, GTA Bekasi, KPA Cikaweni dan masyarakat setempat.
Diberitakan, dalam bencana itu menghanyutkan tiga warga. Dua di antaranya sudah ditemukan dalam kondisi tewas yakni Jeje alias Juned (60) yang hanyut di Kampung Cibuntu, Desa Pasawahan, Kecamatan Cicurug. Satu lagi bernama Hasysim (60), warga Kampung Aspol, Kelurahan/Kecamatan Cicurug.
Reporter: CR1 | Redaktur: E Sulaeman












