JURNALSUKABUMI.COM – Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) melalui online saat ini memang menjadi problematika di kalangan masyarakat. Terutama di Kabupaten Sukabumi. Dimana, banyak masyarakat yang mengeluh terkait sulitnya akses jaringan dan beberapa paktor lainnya.
Tak terkecuali, beban masyarakat yang kian besar karena harus membeli kuota internet demi bisa mengikuti belajar secara online.
Menanggapi beragam keluhan tersebut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebut Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka di Sukabumi akan segera diberlakukan, hal itu dikatakan saat dirinya saat Kunjungan Kerja di Sukabumi.
Namun, untuk mewujudkannya orang nomor satu di Jawa Barat itu mengatakan, ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Salah satunya, mengubah statis zonasi level kewaspadaan. Jika sebelumnya zonasi skala daerah, maka bakal dirubah ke tingkat kecamatan.
“Minggu ini kita akan geser status zonasinya. Sehinga, KBM secara tatap muka di Sukabumi bisa dilakukan, asal wilayah skala kecamatan itu hijau,” kata dia kepada wartawan, Sabtu (25/07/2020).
Lanjut dia, dengan perubahan zonasi level kewaspadaan, jika terdapat kasus baru pada satu kecamatan tidak berdampak pada kecamatan lainnya, dan semua kegiatan tetap bisa dilaksanakan, termasuk KBM tatap muka.
“Misalnya di Kota Sukabumi sebelumnya kan zona hijau, karena ada penambahan jadi kuning lagi sehingga KBM secara tatap muka belum bisa dilakukan. Beda halnya jika zonasi level kewaspadaan tingkat kecamatan kita berlakukan,” jelas Kang Emil sapaan akrabnya.
Menanggapi beragam keluhan tersebut, dirinya menyebut jika perubahan zonasi level kewaspadaan tingkat kecamatan bisa menjadi solusinya.
“Ya itu bisa jadi solusinya jawabnya sama. Asalkan tingkat kecamatan zona hijau, saya rasa tidak masalah mulai kembali KBM secara tatap muka,” pungkasnya.
Reporter: Rizky Miftah II Redaktur: Ujang Herlan












