JURNALSUKABUMI.COM – Barisan Emak-emak Militan (BEM) se-Indonesia, termasuk dari Sukabumi turut serta melakukan aksi penolakan Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Aspirasi penolakan itu mereka suarakan dengan cara “mengepung” gedung MPR/DPR, Kamis (16/07/2020).
Sekretaris Jenderal BEM Nasional, T. Srimulyati Yaman menyebutkan BEM merupakan gabungan emak-emak secara nasional. Memiliki tujuan sama menolak RUU HIP. “Kami emak-emak militan di bawah pimpinan Eggy Sudjana ikut aksi. Ini bentuk upaya kami menolak Rancangan Undang-undang HIP,” ujar wanita asal Sukabumi ini.
Ia mengingatkan, pentingnya penerapan bentuk-bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kemajuan bangsa sebagai warga negara yang baik, kata dia, kita harus peduli terhadap situasi saat ini.
“Di mana Pancasila sangat rentan untuk diubah dan direduksi. Maka kita perlu berperan aktif melakukan penyelamatan,” tegasnya.
Sepak terjang emak-emak, termasuk Sukabumi tampaknya bukan gaya semata. Terutama sosok T.Srimulyati Yaman mampu mengubah peran dalam bentuk segudang kiprah nyata emak-emak di Sukabumi hingga nasional.
“Patut dicontoh kiprah Bu Srimulyati. Beliau sebelumnya sukses membawa emak-emak dalam balutan emak-emak Gerindra berbagi. Kini beliau mampu mengerahkan emak-emak ke tingkat nasional,” kata Ade, warga Lengkong.
Reporter: Hendi | Redaktur: Ujang Herlan












