DLH Sukabumi Dorong Desa Wisata Berbasis Lingkungan

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pengukuhan 31 desa dan kampung wisata di Kabupaten Sukabumi menjadi momentum penting untuk memperkuat pariwisata yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya untuk mengawal pengembangan desa wisata agar tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan.

Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Nunung Nurhayati, menyambut positif langkah Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang terus mendorong lahirnya desa-desa wisata sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat. Menurutnya, kekuatan utama pariwisata Sukabumi justru terletak pada kekayaan alam yang harus dijaga bersama.

“Pengembangan desa wisata harus menjadi gerakan kolektif yang mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa mengorbankan kualitas lingkungan. Alam yang terjaga merupakan aset utama pariwisata Kabupaten Sukabumi,” ujar Nunung, Kamis (14/5/2026).

Ia menegaskan, keberhasilan desa wisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam menjaga kebersihan, mengelola sampah, melestarikan budaya lokal, serta mempertahankan ekosistem yang menjadi daya tarik kawasan wisata.

Menurut Nunung, tren pariwisata saat ini semakin mengarah pada wisata berbasis alam, edukasi, dan pengalaman lokal. Kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi Kabupaten Sukabumi yang memiliki bentang alam yang lengkap, mulai dari pegunungan, pantai, kawasan konservasi, hingga potensi geowisata yang telah dikenal luas.

Karena itu, DLH Kabupaten Sukabumi mendorong seluruh pengelola desa wisata untuk memperkuat pengelolaan lingkungan, termasuk menyediakan sistem pengelolaan sampah yang baik, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan kawasan wisata.

“Kalau lingkungannya bersih dan terawat, wisatawan akan merasa nyaman dan ingin kembali berkunjung. Dampaknya tentu akan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui meningkatnya aktivitas ekonomi di desa,” katanya.

Nunung menambahkan, pengembangan desa wisata harus menjadi sarana membangun budaya sadar lingkungan di tengah masyarakat. Untuk itu, DLH siap mendukung melalui berbagai program edukasi, kampanye pengurangan sampah, hingga pembinaan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Ia juga mengajak pelaku UMKM, komunitas wisata, kelompok sadar wisata, hingga generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan di kawasan wisata.

“Desa wisata yang kuat adalah desa yang mampu menjaga keseimbangan antara ekonomi, budaya, dan lingkungan. Ketika ketiga aspek itu berjalan beriringan, maka pariwisata akan tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah mengukuhkan 31 desa dan kampung wisata dalam sebuah kegiatan yang dipusatkan di kawasan wisata Karangpara, Desa Kebonmanggu, Kecamatan Gunungguruh. Program tersebut menjadi bagian dari strategi daerah untuk memperkuat identitas lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi desa.

Dengan semakin berkembangnya desa wisata yang berwawasan lingkungan, Kabupaten Sukabumi diyakini mampu memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan di Jawa Barat yang mengedepankan kelestarian alam, budaya lokal, dan pemberdayaan masyarakat.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

MRC No One Knows Jelajahi Sukabumi, dari Rakit Bambu hingga Pesisir Palabuhanratu
Touring Lintas Selatan Bupati Sukabumi, Enam Titik Disambangi Bawa Bakti Sosial dan Bantuan
Expo HJKS ke-156 Berakhir, Pesta Rakyat Masih Menghibur Warga Hingga 20 September
Dari Perebut Kujang hingga Bola Seuneu, Sajian Kolosal Antar Opening Sukabumi Expo 2026
Retribusi Jalan, Dermaga Terbengkalai, HNSI Soroti Pendangkalan Dermaga Palabuhanratu
Sirkuit Cibayawak Resmi Dibuka, 60 Pembalap Jabar-Banten Adu Nyali di Jampangkulon
Panen Durian Cikakak Membludak, Petani Minta HJKS ke-156 Jadi Momentum Festival
Dari Nyi Roro Kidul hingga Superhero, Puluhan Ribu Meriahkan Karnaval Palabuhanratu

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 20:17 WIB

MRC No One Knows Jelajahi Sukabumi, dari Rakit Bambu hingga Pesisir Palabuhanratu

Sabtu, 19 September 2026 - 14:53 WIB

Touring Lintas Selatan Bupati Sukabumi, Enam Titik Disambangi Bawa Bakti Sosial dan Bantuan

Minggu, 13 September 2026 - 22:16 WIB

Expo HJKS ke-156 Berakhir, Pesta Rakyat Masih Menghibur Warga Hingga 20 September

Jumat, 11 September 2026 - 06:00 WIB

Dari Perebut Kujang hingga Bola Seuneu, Sajian Kolosal Antar Opening Sukabumi Expo 2026

Sabtu, 5 September 2026 - 19:56 WIB

Retribusi Jalan, Dermaga Terbengkalai, HNSI Soroti Pendangkalan Dermaga Palabuhanratu

Berita Terbaru

HEADLINE

Temuan Mayat di Bawah Tol Bocimi Gegerkan Warga Ciambar

Selasa, 29 Sep 2026 - 18:10 WIB

HEADLINE

Warga Nagrak Meregang Nyawa di Dalam Sumur

Selasa, 29 Sep 2026 - 18:07 WIB