JURNALSUKABUMI.COM – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Sukabumi resmi dilantik dalam sebuah prosesi khidmat yang berlangsung di Gedung Juang 45, Kota Sukabumi, Rabu (11/3/2026).
Momentum pelantikan ini menjadi babak baru bagi konsolidasi gerakan mahasiswa Islam di wilayah Kota Sukabumi terutama dalam memperkuat peran intelektual dan pengabdian masyarakat.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki, Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda, serta jajaran pengurus PMII dari tingkat wilayah hingga pusat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki memberikan apresiasi terhadap eksistensi PMII sebagai organisasi kader yang produktif melahirkan pemimpin masa depan.
“Mahasiswa harus menjadi kekuatan moral dan intelektual yang mampu menjaga nilai-nilai keadilan sosial. Saya berharap PMII Kota Sukabumi dapat terus menjadi mitra kritis pemerintah sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan kota,” ujar Ayep Zaki.
Senada dengan Wali Kota, Ketua DPRD Kota Sukabumi Wawan Juanda menegaskan posisi strategis organisasi mahasiswa dalam sistem demokrasi. Ia meminta kader PMII tetap menjaga independensi namun tetap solutif dalam menyampaikan aspirasi.
“DPRD sangat terbuka terhadap masukan dan gagasan kader PMII yang dikenal memiliki tradisi intelektual kuat,” kata Wawan.
Fokus Penguatan Kaderisasi
Ketua Pengurus Cabang PMII Kota Sukabumi yang baru dilantik, Fahmi Fauzi, menegaskan bahwa kepengurusannya akan fokus pada tiga pilar utama: penguatan kaderisasi, konsolidasi organisasi, serta keterlibatan aktif dalam isu-isu sosial dan kebijakan publik.
“Kami ingin membawa PMII Kota Sukabumi menjadi organisasi yang progresif. Pelantikan ini adalah awal tanggung jawab besar untuk menjadi motor penggerak perubahan sosial,” tegas Fahmi.
Di sisi lain, perwakilan PKC PMII Jawa Barat, Arul, serta perwakilan PB PMII, Mohamad Aklis, mengingatkan bahwa kekuatan PMII terletak pada kemampuan kader membaca realitas sosial dan menjaga nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
KOPRI dan Program “Safe House”
Isu perlindungan perempuan juga menjadi sorotan utama dalam pelantikan ini. Ketua KOPRI PMII Kota Sukabumi, Risma Fauziah, berkomitmen memperkuat peran kader perempuan dalam menghadapi ketimpangan sosial dan kekerasan seksual.
“KOPRI hadir dengan program Safe House sebagai tempat pengaduan dan pendampingan korban kekerasan verbal maupun non-verbal. Ini langkah nyata kami meminimalisir kekerasan terhadap perempuan,” ungkap Risma.
Sementara itu, Ketua Mabincab PMII Kota Sukabumi, Sahabat Regina Mulia, berpesan agar pengurus baru menjaga soliditas dan ruh organisasi.
“PMII adalah rumah besar bagi kader muda. Keberhasilan organisasi ditentukan oleh kekuatan kader yang terus bergerak dan berproses untuk masyarakat,” tutup Regina.
Reporter: Budiyanto | Redaktur: Ujang Herlan












