JURNALSUKABUMI.COM – Aksi kemanusiaan lintas wilayah ditunjukkan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi. Sebanyak enam relawan spesialis diberangkatkan ke lokasi bencana longsor di Kabupaten Bandung Barat, Kamis (29/1/2026) malam.
Mereka bergabung dengan para relawan lainnya dari PMI Provinsi Jawa Barat dan PMI Kabupaten Bandung Barat di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.
Ketua PMI Kabupaten Sukabumi, dr. Hondo Suwito, mengungkapkan para relawan yang dikirimkan bertugas untuk membantu penanganan bencana tanah longsor dahsyat di Bandung Barat yang terjadi pada Sabtu 24 Januari 2026 subuh.
“Pengerahan personel dari Sukabumi ini merupakan respons cepat atas permintaan dukungan dari PMI Provinsi Jawa Barat dan PMI Kabupaten Bandung Barat,” ungkap Hondo dalam keterangan tertulis diterima jurnalsukabumi.com Jumat (30/1/2026).
Menurut dia enam relawan yang terpilih memiliki kualifikasi khusus untuk menangani situasi darurat. Fokus utama selama di Cisarua meliputi evakuasi korban yaitu membantu pencarian dan pengangkatan korban yang tertimbun material.
Selanjutnya, pertolongan pertama memberikan tindakan medis darurat bagi penyintas, dan pendampingan kemanusiaan seperti memberikan dukungan bagi warga terdampak yang kehilangan tempat tinggal.
Sesuai rencana operasional, tim relawan akan bertugas selama tiga hari ke depan. Namun, durasi ini bersifat fleksibel.
“Jika situasi di lapangan masih membutuhkan penguatan personel, masa penugasan akan diperpanjang sesuai perkembangan kebutuhan di lokasi bencana,” ujar Hondo.
“Kami menekankan pentingnya kerja sama tim, kedisiplinan, serta kewaspadaan tinggi terhadap potensi risiko longsor susulan. Tugas ini adalah misi kemanusiaan yang mulia,” sambung dia.
Diketahui bencana tanah longsor menerjang kawasan permukiman di kaki Gunung Burangrang di wilayah Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 02:30 WIB.
Data sementara, akibat bencana di Pasirlangu dilaporkan seratusan jiwa manusia dan puluhan rumah tertimbun. Selain korban jiwa, longsor juga memaksa 564 jiwa dari 164 kepala keluarga mengungsi.
Hingga hari keenam Kamis (29/1/2026) sebanyak 55 orang dinyatakan meninggal dunia dan telah berhasil dievakuasi. Tim Search and Rescue (SAR) masih melakukan upaya pencarian korban jiwa.
Reporter: Budiyanto | Redaktur: Ujang Herlan











