Sempat Mati Suri, Klinik Waluya Sejati Abadi Resmi Reaktivasi: Berobat Cuma Rp 25 Ribu, Lahiran Rp 50 Ribu

Minggu, 25 Januari 2026 - 22:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kabar gembira bagi warga kurang mampu di Sukabumi. Klinik Waluya Sejati Abadi di Jalan Palabuhandua, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, resmi dibuka kembali pada Minggu (25/1/2026).

Klinik yang sempat melegenda dengan nama Rumah Sakit (RS) Pelita Rakyat ini kini hadir dengan tarif yang sangat miring guna menjamin hak kesehatan masyarakat kecil.

Reaktivasi klinik ini dilakukan bertepatan dengan HUT PDI Perjuangan ke-53 dan dihadiri langsung oleh jajaran elit partai berlambang banteng, termasuk Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan inisiator klinik, dr. Ribka Tjiptaning.

Langkah pembukaan kembali klinik ini bukanlah perkara mudah. Sejarah mencatat, gedung ini diresmikan oleh Megawati Soekarnoputri pada 2011, namun terpaksa tutup pada 2015 karena ganjalan perizinan.

“Ini adalah bentuk kesabaran revolusioner. Saya sempat menangis kepada Mbak Mega karena mau berbuat baik saja dipersulit birokrasi saat itu,” ungkap dr. Ribka Tjiptaning dengan nada bicara yang bergetar penuh haru saat memberikan sambutan.

Kini, klinik di bawah manajemen baru yang dipimpin dr. Runtun. Klinik tersebut menyediakan 20 tempat tidur rawat inap dan fasilitas medis yang mumpuni.

Klinik Waluya Sejati Abadi mengusung konsep pelayanan tanpa diskriminasi. Berikut adalah rincian biaya yang ditawarkan:

Berobat Jalan: Rp 25.000,-

Persalinan (Sampai Pulang): Rp 50.000,-

Warga Tidak Mampu: Gratis (Dibiayai oleh DPC PDI Perjuangan).

“Prinsipnya, rakyat tidak ditanya berapa kekayaanmu, tapi apa penyakitmu. Jika tidak punya uang, DPC yang tanggung,” kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dalam sambutannya.

Momen peresmian ini semakin spesial dengan kehadiran Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki. Ia menegaskan bahwa visi klinik ini sejalan dengan kebijakan barunya yang menghapus seluruh retribusi kesehatan di Puskesmas dan Klinik per 1 Januari 2026.

“Pemerintah Kota berkomitmen menyelesaikan hak dasar masyarakat. Kehadiran klinik ini adalah mitra strategis pemerintah dalam melayani warga,” kata Ayep Zaki.

Pantauan di lokasi, ratusan kader dari Kota dan Kabupaten Sukabumi memadati area sejak pagi. Acara dibuka dengan penampilan tarian Jaipongan yang dinamis, menambah kental suasana budaya Sunda di tengah khidmatnya lagu Indonesia Raya dan Mars Partai.

Hadir pula dalam acara tersebut Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono, pimpinan DPRD Kota Sukabumi Rojab Asyari, Ketua DPC Kota Sukabumi Iwan Adhar Ridwan, serta Ketua DPC Kabupaten Sukabumi Paoji Nurjaman.

Reporter : Budiyanto | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Kasus Almarhum Nizam, Farhat Abbas Sebut Pelaporan Ibu Kandung Tidak Masuk Akal
Tol Bocimi Cibadak-Sukabumi Bakal Dibuka 13 Maret Mendatang
THR 2026 Wajib Dibayar Paling Lambat H-7 Lebaran, Ini Kata Disnakertrans!
407 Jiwa Mengungsi Akibat Pergerakan Tanah di Bantargadung Sukabumi
DLH Bakal Lakukan Kajian Lingkungan Soal Bencana Pergerakan Tanah Bantargadung 
Dipimpin Sekda, Sejumlah OPD Gercep Tangani Bencana Pergerakan Tanah Bantargadung
Digiring Pakai Rompi Oranye, Kades Neglasari Jadi Tersangka Korupsi Rp394 Juta
Lewat Rapat Koordinasi, Sekda Ade Suryaman Minta Perangkat Daerah Sigap Tangani Bencana

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 17:10 WIB

Kasus Almarhum Nizam, Farhat Abbas Sebut Pelaporan Ibu Kandung Tidak Masuk Akal

Senin, 9 Maret 2026 - 16:27 WIB

Tol Bocimi Cibadak-Sukabumi Bakal Dibuka 13 Maret Mendatang

Senin, 9 Maret 2026 - 14:44 WIB

THR 2026 Wajib Dibayar Paling Lambat H-7 Lebaran, Ini Kata Disnakertrans!

Sabtu, 7 Maret 2026 - 20:15 WIB

407 Jiwa Mengungsi Akibat Pergerakan Tanah di Bantargadung Sukabumi

Sabtu, 7 Maret 2026 - 16:51 WIB

DLH Bakal Lakukan Kajian Lingkungan Soal Bencana Pergerakan Tanah Bantargadung 

Berita Terbaru