Angin Kencang Sapu Atap Madrasah dan PAUD di Cicantayan Sukabumi, Satu Pedagang Terluka

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Angin kencang menyapu atap dua bangunan sekolah hingga rusak parah di Kampung Kemang, Desa/Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (24/1/2026).

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12:00 dan 13:00 WIB tersebut terjadi di Madrasah Diniyah (MD) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Al Madrohiyah. Untuk MD merusak atap tiga ruang kelas dan PAUD seluruh atap bangunan. Semuanya atap terbuat baja ringan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, hanya saja dikabarkan seorang pedagang keliling mengalami luka pada kepalanya terkena reruntuhan tembok.

Guru PAUD Al Madrohiyah, Aaz Azizah, mengungkapkan yang pertama atap bangunan yang terbang terbawa angin kencang yaitu atap PAUD sekitar pukul 13:00 WIB. Selang satu jam kemudian kembali terjadi angin kencang hingga menerbangkan atap MD.

“Kalau yang pertama saya hanya mendapatkan laporan, tidak melihat langsung. Kalau yang kedua saya melihat langsung atap bangunan terbang hingga jatuh ke sawah,” ungkap Aaz kepada awak media di lokasi kejadian di Kecamatan Cicantayan, Sabtu (24/1/2026) sore.

Ia menjelaskan saat kejadian angin kencang menerjang komplek pendidikannya sedang tidak ada proses kegiatan belajar mengajar. Karena proses KBM untuk PAUD hanya Senin hingga Jum’at. Sedangkan untuk MD dimulai siang hari.

“Setelah atap yang PAUD rusak, anak-anak MD juga berdatangan untuk masuk sekolah. Namun gak lama atap MD juga terbang terbawa angin. Akhirnya anak-anak MD dipulangkan, sementara tidak sekolah,” jelas Aaz.

“Alhamdulillah anak-anak semuanya selamat. Hanya saja tadi ada tukang dagang agar-agar kepalanya luka tapi sudah pulang dijemput keluarganya,” sambung dia.

Kepala PAUD Lia Yulianingsih, menambahkan rencana untuk proses KBM PAUD dan MD akan dipindahkan ke majelis taklim di masjid yang terdekat. Proses KBM ini sementara waktu hingga bangunan kembali diperbaiki.

“Kami berharap untuk perbaikannya mendapatkan bantuan dari pemerintah maupun para dermawan. Selama ini untuk pembiayaan pendidikan di antaranya dari swadaya wali murid,” harap Lia.

Reporter: Budiyanto | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Berita Terbaru