JURNALSUKABUMI.COM – Tembok penahan tanah bertuliskan ‘Jabar Istimewa’ ambrol di Jalan Raya Sukabumi – Sagaranten, Kampung Langkob, Desa/Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 10:00 WIB.
Akibatnya, badan jalan berstatus provinsi ini juga ikut terbawa ambles sekitar 2 meter panjang 20 meter dengan kedalaman sekitar 30 meter. Sehingga arus lalu lintas kendaraan bermotor terpaksa dilakukan secara tutup buka.
Kepala Desa Nyalindung, Asep Supriadi, mengungkapkan, hujan mengguyur wilayah Nyalindung sejak malam hingga sore ini. Informasi TPT ambrol dilaporkan sekitar pukul 10:00 WIB, meskipun beberapa hari sebelumnya sempat terlihat ada retakan di sekitar lokasi.
“TPT ini dibangun pertengahan tahun ini dan baru diresmikan. Sebelumnya pada Desember 2024 jalan ini tergerus ambles,” ungkap Bang Has sapaan akrab Asep Supriadi kepada awak media di lokasi kejadian, Minggu siang.
“Kontur tanah di lokasi ini berada di kemiringan sekitar 90 derajat, dan tanahnya memang termasuk labil. Sehingga dengan curah hujan tinggi bisa cepat ambrol,” sambung dia.
Bang Has menjelaskan, sebelum TPT ambrol hingga menggerus sebagian badan jalan, sepekan lalu pondasi di bawah lebih dulu ambruk. Hal ini terjadi karena pondasi tergerus aliran air sungai Cilangkob yang tertutup material longsoran.
“Terjadi penyempitan hingga aliran air menggerus bagian pondasi TPT. Dan hari ini TPT bagian atasnya ambrol juga,” jelas dia.
Pantauan jurnalsukabumi.com di lokasi kejadian telah dipasang papan himbauan dan dipasangi garis pengaman agar para pengendara lebih berhati-hati. Beberapa warga tampak mengatur arus lalu lintas kendaraan bermotor dari kedua arah.
Reporter: Budiyanto | Redaktur: Ujang Herlan











