Hutan Gundul dan Tambang Liar Biang Kerok Banjir Bandang Cisolok?

Rabu, 29 Oktober 2025 - 12:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Senin (27/10/2025), diduga kuat dipicu oleh kerusakan lingkungan di kawasan hulu sungai. Salah satu faktor yang menjadi sorotan adalah hutan gundul dan aktivitas tambang liar di daerah tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki, mengatakan bahwa analisis awal menunjukkan adanya tanda-tanda pendangkalan sungai akibat material lumpur yang terbawa dari hulu. Kondisi ini memperparah meluapnya air saat hujan deras mengguyur wilayah selatan Sukabumi.

“Kalau melihat air sungai yang keruh begitu, indikasinya memang terjadi pendangkalan. Ini bisa saja berasal dari bagian hulu yang sudah gundul,” ujar Eki, Rabu (29/10/2025).

Eki menambahkan, selain faktor curah hujan tinggi, jebolnya beberapa tanggul juga turut memperparah dampak banjir. Akibatnya, aliran air sungai meluas ke permukiman warga di beberapa kampung seperti Cikahuripan.

“Air yang sangat tinggi dan tanggul-tanggul yang jebol membuat air meluber ke kiri kanan sungai. Ini yang menyebabkan wilayah sekitar terendam cukup parah,” jelasnya.

Terkait dugaan adanya aktivitas tambang emas tanpa izin (PETI) di kawasan hulu, Eki menyebut pihaknya belum bisa memastikan secara langsung. Apa hal ini ikut serta jadi biang kerok bencana terjadi?.

Namun, masih kata dia, BPBD membuka kemungkinan bahwa aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan turut memperburuk kondisi ekosistem sungai.

“Untuk akibat dari adanya Peti dan lain sebagainya belum saya ketahui, intinya indikasinya bahwa sungai ini membawa lumpur yang begitu banyak, diperkirakan di atas sana terjadi gundul sehingga pendangkalan,” tandasnya.

Banjir bandang di Cisolok sendiri menyebabkan ratusan rumah terendam, akses jalan sempat terputus, dan ribuan warga terdampak. Pemerintah daerah kini tengah melakukan pembersihan material lumpur serta menyalurkan bantuan logistik ke lokasi terdampak.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Kades di Sukabumi Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Proyek Desa, Korban Rugi Puluhan Juta Rupiah
Jembatan Pamuruyan Baru Berdiri Kokoh, PJN Wilayah II Jabar: Masih Tahap Finishing
Tujuh Sapi Kurban Berbobot 6 Ton Disalurkan untuk Masyarakat Kabupaten Sukabumi
Hergun Sembelih 12 Ekor Sapi dan 13 Kambing, Libatkan Tokoh Pers Sukabumi
Alat Berat di Gerbang Ciletuh Geopark Disorot, Dinilai Coreng Wajah Pariwisata Sukabumi
322 Hewan Kurban Disalurkan Pemkab Sukabumi pada Idul Adha 1447 H
Air Sungai Naik Drastis, Sejumlah Kampung di Palabuhanratu Terendam
Persib Juara, Ribuan Bobotoh Tumpah Ruah di Jalanan Palabuhanratu

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:30 WIB

Kades di Sukabumi Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Proyek Desa, Korban Rugi Puluhan Juta Rupiah

Jumat, 29 Mei 2026 - 14:22 WIB

Tujuh Sapi Kurban Berbobot 6 Ton Disalurkan untuk Masyarakat Kabupaten Sukabumi

Kamis, 28 Mei 2026 - 12:23 WIB

Hergun Sembelih 12 Ekor Sapi dan 13 Kambing, Libatkan Tokoh Pers Sukabumi

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:39 WIB

Alat Berat di Gerbang Ciletuh Geopark Disorot, Dinilai Coreng Wajah Pariwisata Sukabumi

Rabu, 27 Mei 2026 - 08:57 WIB

322 Hewan Kurban Disalurkan Pemkab Sukabumi pada Idul Adha 1447 H

Berita Terbaru

RAGAM

SMSI Dukung ADI Perjuangkan Kelayakan Gaji Dosen

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:49 WIB