Kombes Pol Nasriadi Turun ke Sukabumi, Cek Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 24 September 2025 - 17:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Ekonomi Khusus (Pideksus) Bareskrim Polri, Kombes Pol Nasriadi, turun langsung ke Kabupaten Sukabumi untuk melakukan asistensi dan pengecekan terkait kasus keracunan massal pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kehadiran perwira tinggi Polri ini menegaskan keseriusan aparat dalam memastikan program pemerintah pusat berjalan sesuai standar dan benar-benar aman bagi masyarakat.

Tim asistensi yang dipimpin Kombes Nasriadi telah mendatangi dua lokasi penyelenggara MBG, yakni SPPG Yayasan Bangun Bangsa Bersama di Kecamatan Cidolog dan SPPG Yayasan Relawan Ruang Peduli di Kecamatan Cibadak.

Di lokasi pertama, hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya bakteri dan jamur pada beberapa menu makanan yang menyebabkan 32 siswa dari PAUD hingga SD mengalami gejala pusing, mual, dan diare. Temuan lainnya yakni air pencucian yang keruh, tangki air berjamur, hingga penyimpanan bahan baku reject yang tidak terpisah.

Sementara di lokasi kedua, meski hasil laboratorium masih menunggu, pemeriksaan awal menemukan persoalan serupa, di antaranya bahan baku avkir yang masih digunakan, pembuangan sampah berdekatan dengan area produksi, dan tidak adanya filter air dari toren ke pemakaian akhir.

Kombes Nasriadi menegaskan pihaknya melakukan koordinasi dengan Polres Sukabumi serta mewawancarai langsung pengelola, ahli gizi, mitra penyedia makanan, hingga korban keracunan.

“Kami ingin memastikan bahwa standar kebersihan, keamanan pangan, dan tata kelola program benar-benar dipatuhi. Karena ini menyangkut kesehatan generasi muda,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).

Selain itu, sampel makanan juga telah dibawa ke Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kasus keracunan ini menjadi perhatian serius, mengingat program MBG bertujuan mulia untuk meningkatkan gizi anak sekolah. Namun, lemahnya pengawasan dan standar higienis justru dapat mengancam kesehatan siswa.

“Program ini baik, tapi jika tidak diawasi secara ketat bisa kontraproduktif. Karena itu semua pihak, baik penyedia maupun pengawas, harus bertanggung jawab penuh,” tambah Nasriadi.

Hingga kini, seluruh korban keracunan dari dua lokasi dilaporkan sudah membaik dan tidak ada yang dirawat inap. Namun, evaluasi menyeluruh akan terus dilakukan agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

Reporter: Ifan | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Keluhan Buruh soal BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Zainul Munasichin Janji Tindak Lanjut di DPR RI
Perjuangkan Hak Rakyat, Heri Gunawan Desak ATR/BPN Tuntaskan Sengketa Lahan di Jaksel dan Cidahu Sukabumi
Jelang Akhir Libur Panjang, Arus Kendaraan Exit Tol Parungkuda-Sukabumi Padat Merayap
Usai Teken Perjanjian Kerja Sama Dengan ABPEDNAS, SMSI Bergerak Bentuk Pokja News Room Jaga Desa
Perairan Sukabumi Diawasi Ketat Tangkal Migran Gelap hingga Kejahatan Lintas Negara
Wagub Jabar Erwan Targetkan Terminal Tipe B Palabuhanratu Rampung Dibenahi Akhir 2026
HUT ke-64, Yonarmed 13/Nanggala Baksos di Perbatasan RI-Malaysia
Hashim Lantik Srikandi Jaga Desa, SMSI Jadi Mitra Strategis

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:59 WIB

Keluhan Buruh soal BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Zainul Munasichin Janji Tindak Lanjut di DPR RI

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:26 WIB

Perjuangkan Hak Rakyat, Heri Gunawan Desak ATR/BPN Tuntaskan Sengketa Lahan di Jaksel dan Cidahu Sukabumi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:02 WIB

Jelang Akhir Libur Panjang, Arus Kendaraan Exit Tol Parungkuda-Sukabumi Padat Merayap

Jumat, 10 Juli 2026 - 21:13 WIB

Usai Teken Perjanjian Kerja Sama Dengan ABPEDNAS, SMSI Bergerak Bentuk Pokja News Room Jaga Desa

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:19 WIB

Perairan Sukabumi Diawasi Ketat Tangkal Migran Gelap hingga Kejahatan Lintas Negara

Berita Terbaru