JURNALSUKABUMI.COM – Seorang pelajar di Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi diduga mengalami kekerasan hingga ancaman oleh oknum guru dan istrinya, hanya gara-gara sebuah foto selfie yang diunggah ke media sosial.
Kejadian bermula ketika korban berfoto bersama seorang guru berinisial P. Foto itu kemudian diunggah korban ke akun media sosial pribadinya. Namun, unggahan tersebut memicu kecemburuan istri sang guru.
Tak terima, istri guru itu meminta suaminya memanggil korban ke ruang laboratorium kimia. Di sanalah dugaan tindak kekerasan terjadi.
“Awalnya cuma foto selfie lalu diunggah ke media sosial. Tapi istri guru tidak terima, hingga meminta korban membuat video sujud permintaan maaf. Dalam video terakhir, korban bahkan ditampar oleh pelaku,” ungkap paman korban yang enggan disebutkan namanya, Minggu (14/8/2025).
Lebih memprihatinkan lagi, korban dan ketua kelasnya disebut turut diancam agar tidak membocorkan insiden itu kepada siapapun. Jika berani menceritakan, mereka diancam akan dikeluarkan dari sekolah.
“Parahnya, korban dan ketua kelas diancam tidak menyebarkan persoalan ini. Jika dibocorkan, pelaku mengancam akan mengeluarkan korban dari sekolah, bahkan ada rencana pembuatan video kedua dengan skenario korban dimarahi guru BP,” bebernya.
Kasus ini kini mendapat sorotan luas dari masyarakat dan pegiat pendidikan di Sukabumi. Banyak pihak mengecam tindakan intimidasi tersebut karena mencederai nilai-nilai pendidikan.
Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan melalui Mumuh, petugas Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah V Sukabumi, mengaku akan segera mengklarifikasi peristiwa ini.
“Terima kasih atas informasinya, akan kami konfirmasi ke pihak sekolah,” ujarnya singkat.
Menanggapi hal itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan sudah mengambil langkah awal. Ia mengaku telah memerintahkan Camat Cicurug serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk turun langsung ke lapangan.
“Saya sudah mendengar informasi ini. Meski kewenangan SMA ada di provinsi, tapi insyaallah kami akan menindaklanjuti permasalahan di Cicurug,” tegasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan






