JURNALSUKABUMI.COM – Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Desa Bojongasih, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi mengakibatkan longsor dan banjir.
Bencana alam tersebut dilaporkan pada Minggu dini hari sekira pukul 02.15 WIB hingga berdampak pada puluhan warga di dua kampung berbeda.
Menurut laporan dari Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanganan Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Sukabumi, lokasi kejadian berada di Kampung Cileungsir RT. 07/01 dan di Kampung Garduh RT. 06/02, Desa Bojongasih, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi.

“Banjir terjadi diakibatkan oleh aktivitas cut and fill di lapangan bola. Setidaknya enam rumah terendam banjir, menimpa keluarga Bapak Ace (7 jiwa), Bapak Denih (4 jiwa), Ibu Amel (5 jiwa), Bapak Tatang (8 jiwa), Bapak Ubad (4 jiwa), dan Bapak Ujang Hendar (7 jiwa),” ujar Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna kepada wartawan.
Selain banjir, sambung Daeng. Tanah longsor juga dilaporkan menerjang tiga rumah warga. Korban terdampak longsor adalah keluarga Ibu Kokom (3 jiwa), Ibu Een (4 jiwa), dan Bapak Ujang (3 jiwa). Secara keseluruhan, terdapat 9 Kepala Keluarga (KK) dengan total 44 jiwa yang menderita dampak langsung dari bencana ini. Satu KK atas nama Bapak Budi Yulianto juga dilaporkan terancam.
Menanggapi kejadian ini, tim gabungan yang terdiri dari Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Parakansalak, koordinasi dengan Pemerintah Desa Bojongasih, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pol PP, Tagana, dan Kasatgas Linmas, segera melakukan asesmen ke lokasi kejadian.
“Saat ini, penanganan di lokasi masih terus berlangsung. Kebutuhan mendesak yang diperlukan meliputi bronjong, karung, material, serta normalisasi saluran drainase. BPBD Kabupaten Sukabumi merekomendasikan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, khususnya hujan yang disertai angin dan petir, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu,” imbuhnya.
Reporter: Ifan | Redaktur: Ujang Herlan






