DOB Sukabumi Utara Kembali Mencuat, DPRD dan Wabup: Sudah di Meja Presiden

Rabu, 21 Mei 2025 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali kembali bersuara mengenai nasib Daerah Otonomi Baru atau DOB Sukabumi Utara.

Isu DOB kembali mencuat, khususnya Sukabumi Utara pasca pembahasan komisi II DPR RI bersama Kementerian Dalam Negeri dan para Gubernur di Indonesia, beberapa waktu lalu.

“Pemekaran wilayah bukan keinginan politik, tetapi merupakan aspirasi dari masyarakat. Kabupaten Sukabumi ini salah satu yang terluas di Pulau Jawa dan Bali. Jarak antar wilayah yang jauh dan cakupan layanan yang sangat luas membuat pelayanan publik menjadi kurang efektif. Maka dari itu, pemekaran menjadi solusi yang logis,” jelas Budi, Rabu (21/5/2025).

Pimpinan Legislator Jajaway ini juga menjelaskan bahwa semua tahapan penting soal DOB Sukabumi Utara sudah dilalui. Mulai dari rekomendasi DPRD tingkat kabupaten dan provinsi, hingga dukungan dari DPR RI.
Rencana pemekaran pun sudah disiapkan dengan matang. Usulannya, Kabupaten Sukabumi Utara akan berpusat di Cibadak, sementara Sukabumi induk tetap di Palabuhanratu.

“Sekarang hanya tinggal satu langkah lagi, yaitu pencabutan moratorium oleh Presiden. Jika itu dilakukan, Insya Allah Kabupaten Sukabumi akan resmi mekar. Dan ini juga menjadi prioritas dalam RPJMD Kabupaten Sukabumi,” jelasnya.

“Dengan pemekaran ini, diharapkan pelayanan publik akan lebih merata, efisien, dan mampu mendorong percepatan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Sukabumi,” imbuh Budi.

Diketahui bahwa DOB yang ditunggu-tunggu banyak orang di Indonesia ini masih terhalang keputusan Presiden RI. Aspirasi yang diperjuangkan bertahun-tahun menggantung di meja Presiden Republik Indonesia.

“Sesuai kewenangan pusat, kita hanya menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Informasinya, berkasnya sudah di meja Bapak Presiden. Tinggal menunggu pencabutan moratorium,” sambung Wakil Bupati Sukabumi, Andreas.

Ia juga menjelaskan, proses panjang pemekaran telah melalui berbagai tahap penting. Mulai dari kajian teknis, dukungan DPRD Kabupaten Sukabumi, hingga persetujuan dari DPR RI. Namun sayangnya, kebijakan moratorium yang masih diberlakukan menjadi penghalang terbesar.

“Kan itu sudah kajian, pak ketua DPRD yang mengikuti proses dari awal, kenapa harus dimekarkan intinya seperti itu, kami hanya bisa menunggu saja,” ucapnya.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran
Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan
Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran
Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes
Laka Maut Pasutri di Cijalingan Sukabumi, Suami Tewas Terlindas Truk dan Istri Patah Kaki
Korban Jiwa Kembali Berjatuhan, Tambang Ilegal Masih Marak di Sukabumi
Lilin saat Listrik Padam Berujung Petaka, Tiga Bocah Meninggal dalam Kebakaran di Sukabumi
Dua Kios Terbakar di Parungkuda, Satu Orang Alami Luka Bakar

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:37 WIB

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:56 WIB

Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:48 WIB

Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:03 WIB

Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIB

Laka Maut Pasutri di Cijalingan Sukabumi, Suami Tewas Terlindas Truk dan Istri Patah Kaki

Berita Terbaru