JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi tengah membahas rencana penggemblengan pelajar yang bakal dikirim ke barak militer sebagai langkah positif dalam pembinaan karakter generasi muda.
Hal itu juga sebagai bentuk dukungan atas kebijakan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi alias KDM. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Khusyairin mengatakan, bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi bersama unsur Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), kini tengah membahas rencana implementasi program tersebut di wilayah Kabupaten Sukabumi.
“Forkopimda Kabupaten Sukabumi sedang berdiskusi bersama Dandim, Danyon 310, Kapolres, Bupati, dan Kepala Dinas Pendidikan untuk menindaklanjuti kebijakan ini. Kami sangat mendukung, karena kebijakan ini sangat membantu kami dalam membina anak-anak yang mengalami penyimpangan perilaku,” kata Khusyairin pada Selasa (14/05).
Ia menegaskan, bahwa istilah siswa nakal sebenarnya tidak digunakan oleh Dinas Pendidikan. Menurutnya, anak-anak tersebut hanyalah menunjukkan perilaku yang menyimpang dan masih bisa dibina.
“Mereka bukan nakal, tapi sedang berada dalam fase mencari jati diri. Tugas kami adalah membimbing, bukan menghukum,” katanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa kebijakan ini menjadi pelengkap upaya pembinaan karakter yang selama ini dilakukan oleh pihak sekolah. Sebab, dalam banyak kasus, tindakan tegas dari sekolah sering disalah artikan sebagai kekerasan, padahal itu bagian dari metode pendidikan.
“Kalau kita lihat dari pelaksanaan program serupa di Purwakarta, semuanya positif. Maka tak ada salahnya jika kita mencoba mengimplementasikannya juga di Kabupaten Sukabumi,” tambahnya.
Berdasarkan data sementara, sambung Khusaerin, kini terdapat 40 siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sukabumi yang masuk dalam kategori kenakalan remaja.
Mereka terlibat dalam berbagai kasus, mulai dari tawuran, masuk geng motor, sering bolos sekolah, hingga perilaku menyimpang lainnya. Namun, hingga saat ini baru 10 siswa yang sudah mendapatkan izin dari orang tua untuk mengikuti program ini.
“Kami tetap memerlukan izin orang tua. Banyak yang belum paham bahwa barak militer ini bukan tempat untuk pelatihan militer, tapi lebih ke pendidikan kedisiplinan. Ini yang harus terus kami sosialisasikan,” ujar Khusyairin.
Terkait waktu pelaksanaan, pihaknya mengaku masih menunggu keputusan final dari Forkopimda. Nantinya, para siswa ini akan ditempatkan di barak militer yang ada di wilayah Sukabumi, baik di Kodim maupun di Batalyon Infanteri 310.
“Kapan dan di mana tempatnya, kami belum bisa pastikan. Yang jelas, ini masih dalam tahap pembahasan,” pungkasnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












