Disdik Gerak Cepat, Antisipasi Banjir di Sekolah Jadi Prioritas

Sabtu, 8 Maret 2025 - 03:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Cuaca ekstrem yang melanda Sukabumi belakangan ini menyebabkan banjir dan longsor di berbagai wilayah. Tak hanya merusak akses jalan dan fasilitas umum, sejumlah sekolah juga terdampak.

SMPN 2 Warungkiara menjadi salah satu sekolah yang mengalami banjir, mengakibatkan ruang kelas dan halaman sekolah dipenuhi lumpur. Pasca banjir, pihak sekolah langsung melakukan pembersihan lumpur dari dalam kelas, teras, dan halaman sekolah.

Kasi Sarpras SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Zetta Nusantara Putra, mengaku merasa bertanggung jawab untuk memastikan kondisi sekolah kembali normal secepat mungkin.

“Sebagai Kasi Sarpras, tentu saja saya punya tanggung jawab moral untuk melakukan perbaikan secara gercep (gerak cepat) pasca sekolah diterjang bencana,” ujar Zetta, pada Maret (08/03/2025).

Menurutnya, proses belajar mengajar harus tetap berjalan dengan baik, sehingga setiap kerusakan akibat bencana harus segera ditangani agar tidak menghambat aktivitas pendidikan.

Zetta mengungkapkan bahwa perbaikan awal sudah dilakukan, namun masalah utama yang harus segera ditangani adalah sistem drainase di sekolah tersebut. Jika tidak ada perbaikan saluran air, maka setiap hujan deras berpotensi menyebabkan banjir kembali.

“Saya usulkan semoga tahun 2025 ini, saluran air sudah dibangun di SMPN 2 Warungkiara. Yang jelas, sekolah ini memang harus jadi prioritas,” tegasnya.

SMPN 2 Warungkiara bukan satu-satunya sekolah yang terancam oleh cuaca ekstrem. Oleh karena itu, kolaborasi antara Disdik, Pemda, serta berbagai pihak terkait menjadi kunci dalam memastikan setiap sekolah memiliki fasilitas yang aman dan nyaman bagi para siswa.

“Kami terus berupaya agar setiap sekolah yang terdampak bisa segera pulih, karena pendidikan anak-anak adalah prioritas utama,” tutup Zetta.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Colt Mini Hangus Terbakar di Parungkuda, Temuan Jeriken Jadi Perhatian Petugas
Nah Lho! Satpol PP Sidak Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan dan Temukan Pelanggaran Ini
Soal PT Cosmo Cikembar, Warga: Kami Tak Ingin Cuma Jadi Penonton!
Tragis! Ayah dan Anak Terseret Ombak di Pantai Istiqomah Sukabumi Sang Ayah Tewas
Deretan Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan Kembali Disorot, Pengawasan Satpol PP?
Bodi Truk Menjepit Kaki Sopir, Combi Tool hingga alat penarik Dikerahkan untuk Evakuasi Korban
Truk Box Bermuatan Pupuk Terguling di Palabuhanratu, Sopir Terjepit
Pengemudi Toyota Rush Penabrak Lima Pejalan Kaki di Parungkuda Diamankan Polisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 11:54 WIB

Colt Mini Hangus Terbakar di Parungkuda, Temuan Jeriken Jadi Perhatian Petugas

Rabu, 4 November 2026 - 11:19 WIB

Nah Lho! Satpol PP Sidak Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan dan Temukan Pelanggaran Ini

Senin, 2 November 2026 - 16:09 WIB

Soal PT Cosmo Cikembar, Warga: Kami Tak Ingin Cuma Jadi Penonton!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Tragis! Ayah dan Anak Terseret Ombak di Pantai Istiqomah Sukabumi Sang Ayah Tewas

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Deretan Pedagang Oleh-oleh di Pamuruyan Kembali Disorot, Pengawasan Satpol PP?

Berita Terbaru