Didemo Kader, Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi Angkat Bicara!

Jumat, 3 Januari 2025 - 21:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Sukabumi, H. Dedi Damhudi angkat bicara selepas aksi demosntrasi yang dilakukan sejumlah kader.

Politisi Sukabumi yang kini menjabat sebagi Anggota DPRD Provinsi Jabar ini langsung menerima para demonstran yang digelar tepat di Halaman Kantor DPC PPP di Jalan Raya Nasional III, Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi pada, Jumat (03/01/2025).

Menurutnya, aksi tersebut merupakan sebuah dinamika dalam berpolitik. Bahkan, dirinya mengaku telah mengklarifikasi beberapa hal yang menjadi tuntutan para kader. Baik, mengenai soal anggaran, transfaransi, hinnga mekanisme penunjukan dan pengangkatan Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi 2022-2027.

“Ada beberapa hal yang sudah diklarifikas atau ditashawwur dan tabayunkan, kita sudah menjelaskan kepada rekan-rekan. Dan alhamdulilah sebagian besar sudah faham dan mengerti tentang apa yang sudah disampaikan,” ujar H. Dedi kepada jurnalsukabumi.com.

Adapun menanggapi terkait desakan dirinya untuk mundur dari jabatan sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi, ia menjawab, bahwa dirinya akan menyerahkan seluruhnya kepada partai.

“Nah soal itu, karena yang menghendaki saya jadi ketua kemarin pun ditunjuk oleh partai. Jadi, kalau saya tergantung kebijakan partai,” ungkapnya.

Sementara disinggung akan dugaan adanya KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) yang melibatkan anaknya, dalam jabatan sebagai anggota DPRD Kabupaten Sukabumi. Dirinya pun menjelaskan, karena memang kondisi PPP saat itu minim kaderisasi.

“Ya, mungkin hanya sebagian orang atau sekecil orang yang tahu akan kondisi PPP kala itu. Karena, untuk cari calon saja susah dan saya diinstruksi dari DPP agar menjawab penurunan kader dan langsung dihadapkan kerja-kerja politik yaitu Pileg.
Di situ berat, saya cari calon dapil 1, 2 sampai dapil 5 bukan sesuatu yang gampang,” sambung dia.

Termasuk, H. Dedi pun menjelaskan, aksi tadi yang diklaim merupakan kader dari 39 PAC PPP sangat ditangguhkan. Pasalnya, tidak sedikit data yang diterima dari PAC yang tidak sepaham dan tidak ikut atas aksi tersebut.

“Ya, intinya dengan adanya kegiatan tadi banyak hikmah. Alhamdulilah kita bisa bersilaturahmi, bertabayun bersama kader-kader tadi. Hikmah dari kejadian tadi semoga bisa membawa PPP lebih baik lagi ke depannya,” ulasnya.

Adapun mengenai statmen keabsahan SK Ketua DPC yang dinilai inkonsistensi SK karena penunjukan tersebut bertentangan dengan AD/ART partai. H. Dedi membantah tegas.

“Ya, kalau memang saya selaku Ketua DPC PPP inkonsistensi, buktinya KPU tidak mempermasalahlan saat pendaftaran anggota saya untuk legislatif. Dan itu artinya saya sah ya,” tutup H. Dedi.

Sementara itu, aksi unjuk rasa tadi di antaranya membahas mengenai kriteria Ketua dan Sekretaris DPC pernah menjadi pengurus DPW/DPC dan atau PAC sekurang kurangnya satu masa bakti kepengurusan.

Selain itu, Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi, diduga telah melakukan penyalahgunaan jabatan selaku Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi. Termasuk mempertanyakan pengelolaan dana partai Bantuan Keuangan Partai politik dari pemerintah melalui Kesbangpol dan mahar Pilkada Kabupaten Sukabumi untuk periode 2024-2029.

Ketua Koordinator Aksi, Agus Sukirman mengatakan, berdasarkan hasil audiensi yang dilakukan sejumlah peserta aksi demonstrasi bersama Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi dan jajaran pengurus harian (PH) DPC. Bahwa, dalam audiensi tersebut, Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi menyatakan kesediaannya untuk mundur dari jabatannya.

“Alhamdulillah, Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi sudah mengucapkan, bahwa ia siap mundur. Namun, ini masih menunggu aturan yang berlaku. Tadi audiensi terpotong karena waktu salat Jumat, jadi pembahasan dilanjutkan nanti. Terkait pasal AD/ART yang menjadi dasar, saya belum mendapat jawaban pasti,” kata Agus.

Agus juga menambahkan bahwa aksi demonstrasi ini diikuti oleh 39 PAC dari PPP Kabupaten Sukabumi, khususnya dari daerah pemilihan (dapil) 6. Para peserta aksi menyampaikan beberapa tuntutan yakni, transparansi terkait keuangan partai, termasuk pasal 9 ayat 8 tentang koalisi, kejelasan pengelolaan dana fraksi dan pertanggungjawaban atas penggunaan dana bantuan partai politik (banpol).

Selain itu, Agus menegaskan bahwa pihaknya mendesak Ketua dan Sekretaris DPC PPP Kabupaten Sukabumi untuk mundur, karena dinilai tidak transparan dalam menjalankan tugas, terutama terkait komunikasi dengan PAC di tingkat kecamatan.

“Makanya, saya sebagai Ketua Koordinator Aksi mendesak Ketua DPC dan Sekretaris DPC untuk mundur. Alhamdulillah, Ketua DPC sudah menerima desakan ini dan menyatakan siap turun dari jabatannya sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

Dia menyebut, beberapa peserta aksi mempertanyakan keabsahan jabatan Ketua DPC yang dianggap tidak konstitusional. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPC menyatakan akan membahasnya lebih lanjut pada sesi kedua audiensi mendatang.

“Kami akan melanjutkan pembahasan ini pada sesi berikutnya untuk menyelesaikan persoalan secara lebih jelas,” tuturnya.

Masih ditempat yang sama, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPC PPP Kabupaten Sukabumi, Andri Hendrayana, menanggapi aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sejumlah Pimpinan Anak Cabang (PAC) partai tersebut.

Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk ekspresi demokrasi atas ketidakpuasan kader terhadap pengelolaan partai di tingkat DPC.

“Demo atau unjuk rasa ini adalah hal yang biasa dalam berdemokrasi. Tentu tidak ada asap tanpa api. Tadi, ada perwakilan PAC yang menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka. Namun, hingga saat ini belum ada solusi yang tuntas,” ujar Andri.

Andri menjelaskan, tuntutan utama dari PAC adalah meminta Ketua DPC PPP Kabupaten Sukabumi untuk mundur karena dinilai tidak menjalankan mekanisme organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.

“Menurut kawan-kawan PAC, kepengurusan DPC saat ini tidak konstitusional. Salah satunya terkait posisi Ketua DPC, Pak Haji Dedi, yang dianggap tidak mengikuti tahapan mekanisme partai. Bahkan, beliau sempat dinyatakan tidak lagi menjadi kader PPP setelah menyerahkan jabatan DPRD kepada anaknya,” jelasnya.

PAC juga mengkritik kurangnya keterbukaan terkait beberapa isu, seperti pengelolaan keuangan partai, termasuk biaya politik pada Pilkada, dana fraksi dan bantuan partai politik (banpol) dan minimnya pelibatan PAC dalam pengambilan keputusan strategis, terutama pada Pilkada.

“Menurut PAC, nyaris tidak ada keterlibatan mereka dalam Pilkada kemarin. Ini yang menjadi klimaks dari kekesalan mereka,” tuturnya.

Disinggung mengenai isu inkonsistensi SK dan AD/ART, Andri menuturkan, ada pandangan dari beberapa kader mengenai keabsahan SK Ketua DPC saat ini. Menurut mereka, penunjukan tersebut bertentangan dengan AD/ART partai.

“Di AD/ART, Ketua DPC harus memiliki rekam jejak sebagai pengurus partai di jenjang tertentu. Namun, ada klaim bahwa Ketua DPC saat ini diangkat tanpa melewati mekanisme yang sesuai. Hal ini yang menjadi dasar kritik dari kawan-kawan PAC,” terang dia.

Meski begitu, Andri berharap semua pihak dapat menyelesaikan masalah ini dengan kepala dingin dan mengedepankan dialog sesuai aturan partai. “Kita harus melihat kembali AD/ART sebagai pedoman bersama,” tandansya.

Reporter: Fira AFS I Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Tatap Musda XI, A.A. Brata Soedirdja Deklarasi Siap Maju Jadi Ketua DPD Golkar Kota Sukabumi
Relawan Manuk Dadali Menolak Keras Isu Pemilu Cepat, Hergun Terima Aspirasi Kawal Program Prabowo-Gibran
Perangkat Daerah Mangkir dari Paripurna DPRD, Wabup Andreas: Kehadiran Itu Kewajiban
Tak Ada Toleransi! DPRD Sukabumi Desak Kasus Narkoba Kades Tamanjaya Dituntaskan
Suara Rakyat Bukan untuk Dibeli, Agus Firmansyah Dorong Warga Laporkan Politik Uang
Bawaslu Jabar Dorong Warga Jadi Pengawas Pemilu, Pahami Aturan dan Berani Laporkan Pelanggaran
Heri Gunawan dan Bawaslu Dorong Pengawasan Partisipatif Masyarakat di Sukabumi
Persiapkan Pemilu 2029, Hergun Bedah 11 Isu Krusial RUU Pemilu dan Dorong Pendidikan Pemilih di Sukabumi

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:47 WIB

Tatap Musda XI, A.A. Brata Soedirdja Deklarasi Siap Maju Jadi Ketua DPD Golkar Kota Sukabumi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:40 WIB

Relawan Manuk Dadali Menolak Keras Isu Pemilu Cepat, Hergun Terima Aspirasi Kawal Program Prabowo-Gibran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Perangkat Daerah Mangkir dari Paripurna DPRD, Wabup Andreas: Kehadiran Itu Kewajiban

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Tak Ada Toleransi! DPRD Sukabumi Desak Kasus Narkoba Kades Tamanjaya Dituntaskan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:06 WIB

Suara Rakyat Bukan untuk Dibeli, Agus Firmansyah Dorong Warga Laporkan Politik Uang

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam