Longsor Tutup Jalan Raya Sukabumi-Sagaranten, Laju Kendaraan Sempat Terhambat

Rabu, 20 November 2024 - 18:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Hujan dengan intensitas tinggi, mengakibatkan tebing setinggi 50 meter longsor hingga menutup akses jalan dari kedua arah milik pemerintah Provinsi Jawa Barat, tepatnya Jalan Raya Sukabumi – Sagaranten, di Kampung Cijangkar, Desa Cijangkar, Nyalindung, Sukabumi, Rabu (20/11/2024) sore

Kapolsek Nyalindung, AKP Joko Susanto Supono, mengatakan longsor dilaporkan terjadi sekira pukul 15.00 WIB. Material longsor menutup akses utama jalan Kampung Cijangkar. Sebanyak dua alat berat diturunkan untuk mengevakuasi material longsoran.

“Kejadian tadi pasca hujan besar sekitar jam 15.00 WIB, kemudian menyebabkan tebing setinggi 50 meter longsor sehingga menutupi jalan utama di Kampung Cijangkar ini. Betul jadi kedua arah macet total sekitar 2 kilometer,” ungkap Joko.

Evakuasi tanah longsor di Jalan Raya Sukabumi – Sagaranten, di Kampung Cijangkar, Desa Cijangkar, Nyalindung, Sukabumi, Rabu (20/11/2024) sore.

Dia mengatakan, material longsor dipindahkan agar bisa membuka akses jalan sementara untuk dilalui kendaraan secara bergantian. Tak ada jalur alternatif yang bisa digunakan untuk mengatasi pemberhentian laju kendaraan akibat longsor ini.

“Evakuasi untuk mengangkat tanah dari jalan sehingga bisa dipergunakan satu jalur dulu agar kendaraan bisa jalan kembali. Kalau pengalihan jalan dari sini tidak ada,” jelasnya.

Pantauan di lokasi, hingga pukul 18.26 WIB kendaraan roda dua baru bisa melintasi akses jalan, meskipun terjadi kepadatan. Tak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak
Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang
Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama
30 Persen Saluran Rusak, Petani di Palabuhanratu Hadapi Ancaman Gagal Produksi
Pohon Beringin Puluhan Tahun di SMAN 1 Cicurug Tumbang, 12 Kendaraan Tertimpa
Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama

Berita Terbaru