JURNALSUKABUMI.COM – Akhir-akhir ini terjadi kegaduhan mengenai nasab, keturunan dan usaha untuk membuktikan sebuah garis keturunan. Salah satunya adalah polemik nasab Ba’alawi, sebuah garis keturunan yang tinggal di berbagai negara dan dipercayai sebagai keturunan Rasulullah atau dzurriyah Nabi Muhammad SAW.
Menanggapi hal itu, Sekretaris Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, KH. Ujang Hamdun mengeluarkan pernyataan sikap tegas dan imbauan kepada masyarakat khususnya MUI di tiap kecamatan hingga desa.
Setelah memperhatikan fakta secara seksama tentang berkembangnya permaslahan atau polemik nasab Ba’alawi yang semakin memanas di masyarakat khususnya wilayah Kabupaten Sukabumi. Maka dengan ini MUI Kabupaten Sukabumi menyatakan sikap sebagai berikut:
1. MUI Kabupaten Sukabumi tetap dalam pendirian bahwa nasab Ba’lawi mengikuti pedoman-pedoman nasab yaitu Suhroh Wal Istifadoh yang sudah disepakati.
2. MUI Kabupaten Sukabumi mengimbau kepada seluruh kaum muslimin khususnya perungurus MUI pada semua tingkatan di Kabupaten Sukabumi untuk tidak terpengaruh oleh pemikiran sekelompok orang yang memiliki pandangan berbeda dan keliru terhadap Suhroh Wal-Istifadoh sehingga menimbulkan kegaduhan dan cendrung memecah belah ummat dalam menentukan nasab Ba’alawi tersebut.
Masih lanjut KH. Ujang Hamdun alias Kang UHA, dalam hal ini MUI merupakan sebagai pelayan umat atau khadimul Ummah dan mitra pemerintah sodiqul Ummah di antara perannya adalah menjaga umat Hima ayatul Ummah.
“Terkait salah satu peran usaha MUI adalah bagaimana memberikan dan merumuskan menjadi fasilitator dan mediator antara ulama dan Umara atau antar Umara dan ulama,” ulasnya kepada jurnalsukabumi.com, Senin (26/8/2024).
Juga, lanjut dia, memberikan peringatan dan nasehat mengenai masalah keagamaan dan kemasyarakatan kepada masyarakat dan pemerintah dengan bijak hikmah dan menyejukkan serta merumuskan pola hubungan keutamaan dan keumatan yang memungkinkan terwujudnya ukhuwah islamiyah dan kerukunan antar umat beragama dalam memantapkan persatuan bangsa dan kesatuan bangsa.
“Dalam menyikapi persoalan polemik Habaib MUI Kabupaten Sukabumi dua poin di atas merupakan imbauan dan Insya Allah ini semua untuk kebaikan umat dalam rangka menjaga kesatuan umat Insya Allah yang terbaik Amin Allah ya Rabbal Alamin,” tutup Kang UHA.
Redaktur: Ujang Herlan












