JURNALSUKABUMI.COM – Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-79, Kabupaten Sukabumi kembali menggelar tradisi Taptu dan Pawai Obor di Palabuhanratu.
Tradisi ini tidak hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga sebagai simbol penghormatan terhadap semangat dan perjuangan para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.
Dandim 0622 Kabupaten Sukabumi, Letkol Kav. Andhi Ardana Veleriandra, menjelaskan bahwa Taptu merupakan tradisi yang memiliki makna mendalam.
“Taptu adalah bentuk penghormatan kita sebagai generasi penerus bangsa untuk mewarisi dan meneladani semangat para pejuang. Dengan melaksanakan tradisi ini, kita berharap generasi muda dapat mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif, menghargai jasa para pahlawan yang telah berkorban untuk bangsa,” ungkapnya, Jumat malam (16/8/2024).
Taptu adalah tradisi yang berasal dari zaman perjuangan kemerdekaan, di mana para pejuang menggunakan obor sebagai sumber cahaya dalam berbagai operasi dan pergerakan di malam hari. Di era modern, tradisi ini dihidupkan kembali sebagai simbol semangat perjuangan yang tidak boleh padam. Meskipun di Kabupaten Sukabumi tidak terdapat makam pahlawan, semangat Taptu tetap dihidupkan melalui pawai obor ini.
“Api dalam obor tersebut melambangkan semangat para pahlawan yang tak pernah padam. Kita mengisi kemerdekaan ini dengan menghargai jasa mereka, meskipun melalui simbolis seperti pawai obor,” tambah Letkol Kav. Andhi.
Upacara Taptu di Palabuhanratu diawali dengan penyalaan api obor, yang diserahkan kepada tiga orang peserta sebagai simbol estafet semangat perjuangan. Ribuan masyarakat tampak antusias mengikuti jalannya pawai obor, yang dimulai dari depan pendopo Palabuhanratu hingga berakhir di Alun-Alun Palabuhanratu.
Kemeriahan semakin terasa dengan sorak sorai masyarakat yang memadati jalanan, menandai betapa tradisi ini masih menjadi bagian penting dari perayaan Hari Kemerdekaan di Sukabumi.
“Antusiasme masyarakat yang begitu besar menunjukkan bahwa semangat perjuangan para pahlawan masih hidup dalam jiwa generasi saat ini,” ujar Andre Setiawan salah seorang peserta pawai.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












