JURNALSUKABUMI.COM – Universitas Nusa Putra Sukabumi menggelar kegiatan di bidang teknologi informasi, program studi Teknik Informatika melalui Nusa Putra Global atau NUTRAL menyelenggarakan Seminar Nasional Teknologi Informasi, Mekatronika, dan Ilmu Komputer (Sentimeter) tahun 2024.
Tahun ini merupakan kegiatan ketiga kalinya even sentimeter diselenggarakan oleh program studi teknik program informatika dengan mengusung tema ‘AI-Powered Cyber Defense Revolutionizing Security in The Age of Artificial intelligence’, berlangsung pada Senin (106/2024) lalu.
Sekretaris Jenderal Aptikom Husni Teja Sukmana menyebutkan, bahwa materi yang disampaikan dalam seminar ini yaitu terkait dengan tren mengenai artificial intelligence.
Husni mengatakan, bahwa materi ini sangat penting untuk disampaikan karena agar nantinya para civitas akademika dapat berperan aktif dalam menguasai teknologi aktivitas akademika Universitas Nusa Putra dapat dipublikasikan dengan baik dan memberikan impact yang luar biasa bagi masyarakat.
“Energi yang luar biasa yang pertama terkait dengan materi yang kita sampaikan sesuai dengan apa yang diminta oleh panitia tentunya yang dibahas terkait dengan tren mengenai artificial intelligence,” ujarnya dikutip akun resmi Universitas Nusa Putra, Selasa (25/6/2024).
Menurutnya, agar nanti mahasiswa dan dosen menjadi pemain terkait dengan teknologi artificial intelligence sehingga bukan hanya sebagai penonton.
ICT Talent Ecosystem Development manager huawei indonesia, Rayi Padono Iswara menambahkan, materi yang disampaikan yaitu tentang artificial intelligence yang lebih fokus pada masalah keamanan data.
Kemudian proteksi data pribadi kemudian juga hal-hal yang mungkin sama seperti article issues dan hal-hal yang mungkin Secara futuristik akan menjadi bisa menjadi ancaman atau juga sebaliknya sebagai harapan.
“Secara umum Ini adalah sebuah gerbang untuk mahasiswa itu bisa mendapatkan ilmu atau tambahan pengetahuan dari industri karena saya mewakili industri Jadi sebenarnya yang diharapkan dari mahasiswa itu begitu mereka lulus itu mempunyai kompetensi yang cukup untuk bisa bekerja,” ujarnya.
“Karena apapun yang dilakukan oleh mahasiswa ujungnya mereka harus punya satu pekerjaan setelah mereka lulus bukan hanya harus jadi karyawan bisa juga sebagai entrepreneur,” sambung dia.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












