JURNALSUKABUMI.COM – Mayat perempuan lanjut usia yang terapung di tepi Pantai Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi diduga terseret ombak. Pasalnya terdapat 3 jerigen diseputaran penemuannya.
Asep Mulyana saksi mata meyebutkan korban sedang mengambil air laut dengan menggunakan jerigen warna putih ukuran 5 liter. Tiba – tiba datang ombak besar yang mengakibatkan korban terjatuh ke laut dan tenggelam.
“Saya datang itu jam 8 (di hotel bayu amarta), berarti kejadiannya pagi, da belum lama katanya. Disitu korban sudah terapung dipinggir dan terdapat juga jerigen disana,” kata Asep Mulyana, Selasa (28/5/2024).
Asep Mulyana menjelaskan, sesaat diketemukan jasad tersebut masih berada tidak jauh dari bibir pantai (batu pemecah ombak) karena proses pengambil jasad cukup lama hingg akhirnya terseret ketengah.
“Awalnya dipinggir lama kelamaan terus ke tengah ,karena lambatnya kapal ditambah persiapan jadi proses evakuasinya ditengah,” ucap Asep.
Asep Mulyana menilai, penemuan jasad itu terbilang cukup aneh. Sebab, jasad itu langsung mengapung ke atas permukaan.
“Udah Terapung, anehnya klo memang baru (jam 7 pagi) tidak langsung terapung,” jelas Asep.
Sebelumnya, Warga di seputar Pantai Palabuhanratu, dikejutkan dengan penemuan mayat seorang perempuan lanjut usia yang terapung di tepi pantai Selasa pagi (28/5/2024). Mayat tersebut ditemukan di dekat restoran Bayu Amartha sekitar pukul 08.15 WIB.
Kasatpol Airud Polres Sukabumi, AKP Tenda Sukendar, menjelaskan penemuan mayat ini pertama kali dilaporkan oleh pemilik restoran Bayu Amartha yang melihat tubuh terapung di laut depan restorannya.
“Saat kami berada di kantor, sekitar pukul 08.15, ada pelapor pemilik restoran di Hotel Bayu Amartha yang melaporkan bahwa dia melihat sesosok mayat terapung di laut depan restoran. Kami segera meluncur ke lokasi bersama dua anggota,” ujar AKP Tenda Sukendar.
Setelah tiba di lokasi, tim menemukan mayat dalam posisi tengkurap di radius sekitar 200 hingga 300 meter dari bibir pantai. Karena jarak yang cukup jauh dan gelombang yang besar, tim memutuskan untukO menggunakan kapal Airud dengan koordinasi dari Basarnas.
“Kami langsung mengambil kapal di dermaga dan bekerja sama dengan Basarnas. Kepala Pos Basarnas, Pak Suryo, mengirimkan dua anggota untuk meluncur ke lokasi,” tambah AKP Tenda.
Saat diidentifikasi lebih lanjut, mayat tersebut adalah seorang perempuan lanjut usia yang diketahui bernama Sri Juariah, berusia 62 tahun, warga Tangerang.
“Mayat ditemukan dalam posisi tengkurap, mengenakan celana hitam dan bra, tanpa baju. Dengan bantuan nelayan, kami membawa mayat tersebut ke dermaga, memasukkannya ke dalam kantong jenazah, dan membawanya ke rumah sakit Palabuhanratu,” tutup AKP Tenda.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan






