JURNALSUKABUMI.COM – Universitas Nusa Putra mengadakan seminar nasional yang membahas mengenai teknologi informasi, mekatronika dan ilmu komputer (Sentimer).
Seminar itu bertajuk tema Proyeksi Kebutuhan Tenaga Kerja di Perusahaan Berdasarkan Kompetensi Pada Sektor Teknologi Informatika & Informasi (TIK) Pada Tahun 2022-2025.
Materi ini dibawakan oleh Prof. Dr. rer.nat Achmad Benny Mutiara, SSi., S.Kom (Ketua Umum APTIKOM). Dalam kegiatan di antaranya membahas mengenai ringkasan eksekutif posisi pekerjaan yang terbanyak baik saat ini maupun pada tahun-tahun mendatang adalah di bidang seperti Network Operation Acceess yang jumlahnya terbanyak baik yang tersedia saat ini maupun yang masih akan dibutuhkan selanjutnya.
Kemudian, posisi kedua Network Operation Backbone dan yang ketiga adalah Software Engineer. Hal ini diduga karena Network Operation Access dan Network Operation Backbone merupakan bagian dari Cloud Engineer yang saat ini sangat dibutuhkan.
Sedangkan posisi Software Engineer diperlukan karena saat ini semakin banyak perusahaan yang melakukan transformasi digital serta banyaknya perusahaan Unicorn yang membutuhkan pengembangan sistem. Sementara itu pekerjaan yang relatif turun adalah pekerjaan di bidang Network Engineer.
Hal ini diduga bahwa pada tahun-tahun mendatang pengguna teknologi digital lebih menyukai untuk menggunakan Cloud infrastruktur, di mana perusahaan tidak perlu memiliki mesin sendiri untuk menjalankan programnya tetapi lebih suka dengan menggunakan aplikasi saja.
“Meskipun demikian untuk perusahaan besar tampaknya posisi Network Engineer masih banyak diperlukan,” kata Achmad Benny Mutiara dikutip di laman resmi Universitas Nusa Putra, Selasa (21/05/2024).
Lanjut dia, pekerjaan baru yang muncul antara lain adalah pekerjaan SEO-SEM specialist (search engine optimization and search engine marketing) merupakan salah satu jenis contoh pekerjaan mengadaptasi kebutuhan pemasaran perusahaan di masa yang akan datang.
“Posisi ini diperlukan oleh perusahaan supaya perusahaan dan produk atau layanan yang ditawarkan mudah ditemukan oleh calon pelanggan di search engine yang digunakan oleh pasar yang ada,” jelasnya.
Sementara itu, proyeksi kebutuhan tenaga kerja di sektor TIK, ia merincikan untuk tahun 2022 : 1.232.666; 2023 : 1.496.995; 2024 : 1.738.643 dan di tahun 2025 : 1.979.419.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












