Plan Indonesia Bareng DP3A Tekan Angka Perkawinan Anak di Sukabumi

Selasa, 2 April 2024 - 07:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi, terus berupaya maksimal dalam menekan angka perkawinan anak.

Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, H. Eki Radiana mengatakan, kegiatan digelar melalui talk show bersama Plan Indonesia sebagai salah satu bentuk upaya untuk percepatan penurunan angka perkawinan anak. Sebab, fenomena perkawinan anak, saat ini masih saja terjadi di Kabupaten Sukabumi.

“Alhamdulillah dengan adanya kegiatan tersebut, kami sangat bersyukur dan memberikan apresiasi terhadap Yayasan Plan Indonesia yang telah melakasanakan kegiatan dispensasi dalam perkawinan anak ini,” kata Eki saat dikonfirmasi Senin (01/04/2024).

Bukan hanya itu, pihaknya juga mengaku bahwa saat ini DP3A Kabupaten Sukabumi tengah menyusun Rancangan Aksi Daerah (RAD) Pencegahan Perkawinan Anak dan Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan Perkawinan Anak Kabupaten Sukabumi Tahun 2022-2027.

“Salah satunya kami sedang merancang Rencana Aksi Daerah untuk pencegahan perkawinan anak. Namun, kami tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan komitmen serta kerja sama dari berbagai stakeholder lainnya,” jelasnya.

Disinggung mengenai dampak negatif terkait perkawinan anak ini. Ia menjawab, perkawinan anak ini sangat rentan. Mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga kesehatan anak yang melakukan perkawinan. Karena, reproduksinya dinilai belum siap.

“Sehingga anak yang menghasilkan atau melahirkan anak lagi, kan itu tidak baik. Dan nanti juga ini akan jadi masalah di kemudian hari. Apakah nanti anak itu akan jadi stunting, karena mental ibunya belum siap dan lain sebagainya,” tuturnya.

Sementara, untuk di bidang ekonominya bagi anak yang melakukan perkawinan tersebut, belum memiliki keahlian dan sebagainya. Sementara, pasca perkawinan tersebut, anak ini harus menghidupi keluarganya dan mencari pekerjaan.

“Nah, ini berpotensi akan terjadinya kemiskinan. Jadi, sangat rentan sekali perkawinan anak ini, karena bisa menjadi masalah di kemudian hari. Kami berharap pencegahan perkawinan anak ini, harus didukung oleh semua stakeholder. Sehingga perkawinan anak di Kabupaten Sukabumi tidak ada,” tutupnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Balekambang 2 Sebut Ini Investasi Gizi Generasi Masa Depan
Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama
DPPKB Kabupaten Sukabumi Kejar 6.810 Akseptor, KB Pasca Persalinan Jadi Andalan Pengendalian Penduduk
BPR Sukabumi Terus Berinovasi, SIMPEN Jadi Jembatan Layanan Perbankan yang Lebih Mudah
Ribuan Massa Aliansi Masyarakat Peduli MBG Bakal “Putihkan” Sukabumi dengan Aksi Damai dan Istighosah
Matangkan Aksi Damai di Lapangan Merdeka, Pemilik Dapur hingga Penerima Manfaat MBG Gelar Pertemuan
Sukseskan Gerakan Peduli Gizi, Kepala SPPG Bantargadung Bojonggaling 2 Nyatakan Dukung Aksi Damai MBG
Kawal Keberlanjutan Program, Koordinator SPPG MBG Cibadak Dukung Aksi Damai di Lapang Merdeka

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:10 WIB

MBG Bukan Sekadar Makan Gratis, SPPG Balekambang 2 Sebut Ini Investasi Gizi Generasi Masa Depan

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:58 WIB

Peduli MBG, Ribuan Warga Sukabumi Gelar Doa Bersama

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:35 WIB

DPPKB Kabupaten Sukabumi Kejar 6.810 Akseptor, KB Pasca Persalinan Jadi Andalan Pengendalian Penduduk

Rabu, 24 Juni 2026 - 05:57 WIB

BPR Sukabumi Terus Berinovasi, SIMPEN Jadi Jembatan Layanan Perbankan yang Lebih Mudah

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:49 WIB

Ribuan Massa Aliansi Masyarakat Peduli MBG Bakal “Putihkan” Sukabumi dengan Aksi Damai dan Istighosah

Berita Terbaru

OPINI

Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?

Rabu, 24 Jun 2026 - 17:29 WIB