JURNALSUKABUMI.COM – SCG, melalui PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, menggelar program Akademi Gerakan Desa Berdikari (Gesari) untuk memberikan pelatihan kewirausahaan kepada 13 UMKM terpilih, bertujuan mendukung pengembangan potensi ekonomi di desa-desa sekitar.
Program SCG Gesari telah mendukung lebih dari 78 UMKM di 5 desa sejak 2019. Pada tahun 2024, 11 kelompok UMKM baru terpilih untuk dibina, mencakup berbagai bidang usaha seperti mebel, pertanian, dan lainnya.
Akademi Gesari diselenggarakan sebagai bagian dari Program Pengembangan Masyarakat dengan fokus pada Ekonomi Produktif. Program ini sejalan dengan prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan kapasitas UMKM, petani, nelayan, dan budidaya.

Presiden Direktur PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi, Peramas Wajananawat, menyatakan bahwa program Gesari merupakan perwujudan komitmen perusahaan dalam mengurangi kesenjangan sosial dan mendukung pembangunan ekonomi lokal.
Akademi Gesari melibatkan mentor Futuremakers 2023 untuk memberikan pelatihan dalam perencanaan bisnis, pemetaan pasar, dan pengembangan merek.
“Program ini memberikan dukungan tidak hanya dalam bentuk pelatihan tetapi juga pembinaan dan pendanaan kepada UMKM yang berpotens,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima Selasa (05/03/2024).
Gun Gun Gunardi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Sukabumi, menyambut baik inisiatif Akademi Gesari, mengharapkan desa-desa di sekitar area operasi SCG dapat menjadi desa unggulan berbasis ekonomi yang kompetitif.
Peserta Akademi Gesari 2024, seperti Lalan (50), menyampaikan terima kasih kepada SCG karena program ini membantu mereka memahami pentingnya rencana bisnis, pemetaan pasar, dan pengelolaan keuangan usaha.
“Ini menjadi kesempatan untuk belajar dan berkembang demi kemajuan desa,” singkatnya.
Berbagai inisiasi kontribusi sosial telah dilakukan oleh PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi yang menekankan kepada lima aspek penting dalam hidup, yakni Infrastruktur, Kesehatan, Agama & Budaya, Pendidikan, serta dan Ekonomi Produktif. Program-program tersebut diwujudkan di antaranya melalui pembangunan jalan, posyandu, program peningkatan gizi balita, ibu hamil, dan lansia, renovasi masjid, dan beasiswa berprestasi untuk lebih dari 400 pelajar yang diberikan setiap tahunnya.
Ragam inisiasi kontribusi sosial ini merupakan perwujudan dari komitmen ESG 4 Plus di SCG, yakni landasan operasi perusahaan yang dipersonalisasi dari kerangka kerja ESG (Environmental, Social, dan Governance) global. ESG 4 Plus terdiri dari empat komitmen utama; Mencapai Nol Bersih Emisi per Tahun 2050 (Set Net Zero), Mewujudkan Industri Hijau (Go Green), Menekan Kesenjangan Sosial (Reduce Inequality), dan Merangkul Kolaborasi (Embrace Collaboration), dengan Keadilan dan Transparansi di setiap operasi (Plus).
Redaktur: Ujang Herlan






