JURNALSUKABUMI.COM – Dalam dua bulan terakhir, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi fokus pada dua program. Yakni, program Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS), dan program sekolah ramah anak.
Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, Eki Radiana Rizki mengatakan, penetapan lokasi untuk lomba P2WKSS tingkat Jabar 2024 ini, sudah ditetapkan oleh Bupati Sukabumi di wilayah Desa Cicareuh, Kecamatan Cikidang.
“Dari 381 desa di Kabupaten Sukabumi, hanya satu desa untuk tahun 2024 yang telah mengikuti lomba P2WKSS tingkat Jawa Barat. Yakni, Desa Cicareuh, Kecamatan Cikidang,” kata Eki, Selasa (27/02/2024).
Sebelumnya telah ditentukan dari masing-masing wilayah yang ada di Kabupaten Sukabumi, untuk mengajukan 1 desa untuk mengikuti perlombaan yang sudah menjadi agenda tahunan tingkat Jawa Barat tersebut.
“Setelah diseleksi sesuai dengan persentasi dan potensi hasil daerah, terutama terkait dengan partisipasi masyarakat. Maka, Desa Cicareuh, telah ditunjuk untuk mengikuti lomba P2WKSS tingkat Jawa Barat tahun 2024. Hal ini, berdasarkan kesepakatan bersama dan Pak Bupati Sukabumi,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya juga berfokus pada program sekolah ramah anak untuk mencegah kenakalan remaja. Terlebih, kasus tawuran beberapa waktu lalu menghilangkan nyawa korban.
Menurutnya, semua pihak harus dapat bekerjasama dalam menanggulangi persoalan tawuran pelajar. Mulai dari pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi, pihak sekolah maupun orangtua dan masyarakat lainnya.
“Oleh karena itu mari bersama-sama mencegah kejadian ini agar tidak terulang lagi,” ucapnya.
Eki mengatakan, bahwa DP3A Kabupaten Sukabumi kerap sekali melakukan edukasi dan sosialisasi kepada para pelajar dan pihak sekolah soal bahaya kekerasan anak atau pencegahan tawuran pelajar tersebut.
“Namun demikian, karena jumlah sekolah, kemudian murid juga yang begitu banyak sekali, maka kami mohon bantuan dan kerjasama dari semua pihak atau stakeholder lainnya, untuk bersama-sama bisa mencegah dan menghilangkan kegiatan ataupun kejadian tawuran yang sangat merugikan kita semua,” jelasnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan












