Tegas, DLH Kabupaten Sukabumi Ancam Tutup Pabrik Batu Hijau Diduga Cemari Sungai

Senin, 4 September 2023 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi, menanggapi terkait protes warga Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi yang mempersoalkan aktivitas pabrik pengolahan batu hijau.

Warga menduga limbah perusahaan tersebut dibuang ke sungai Cibojong hingga merubah warna air nyaris seperti kolam susu.

Kabid Kemitraan dan Penaatan Hukum Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi Susanty mengatakan DLH Kabupaten Sukabumi sudah sering melakukan pembinaan dan edukasi.

Bahkan, hingga melayangkan teguran kepada seluruh perusahaan tambang atau perusahaan pemotongan batu hijau di wilayah Kecamatan Cikembar.

“Ini kami lakukan agar dalam melakukan aktivitasnya tidak menyalahi aturan. Salah satunya, tidak mencemari lingkungan, seperti ini,” kata Susanty dalam keterangannya, Senin (04/09/2023).

Berdasarkan asesmen di lapangan, saat ini banyak pengrajin pengolahan batu hijau dengan penghasilan kecil yang dinilai belum bisa mengelola lingkungan dengan baik.

Sehingga, berpotensi penampungan limbah itu mencemari lingkungan.

“Masalah utamanya di-slud yang belum ada solusi alternatif, bahkan Dinas UKM, Industri dan Perdagangan (Diskumindag) Kabupaten Sukabumi juga sudah berusaha membawa sampel untuk dikaji, tapi belum ada hasil,” terang dia.

Untuk kasus saat ini, pihaknya menyebut DLH dimungkinkan akan membuat peringatan untuk menghentikan produksi perusahaan batu hijau, sampai bak penampungannya selesai diperbaiki.

Harus diakui banyak perajin batu hijau yang masih nakal dan tidam peduli terhadap lingkungan, padahal pembinaan sering dilakukan, sehingga harus diberikan tindakan tegas.

Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Cikembar terkait pencemaran sungai.

Dampak dari pencemaran itu sangat dirasakan warga khususnya kalangan ibu-ibu yang mayoritas pada musim kemarau panjang tahun ini, mereka kerap sekali memanfaatkan aliran Sungai Cibojong itu untuk kebutuhan rumah tangga seperti mencuci dan lainnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: AA Rohman

Berita Terkait

Dinas Pertanian Buka Suara Soal Dugaan Pupuk NPK Zonk, Siap Libatkan Provinsi untuk Uji Mutu
Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa
Lacak Jejak Macan Tutul, 80 Kamera Trap Disebar di Hutan Cikepuh Sukabumi
Rumah Panggung di Kalibunder Ludes Terbakar, Motor dan Hand Traktor Ikut Hangus
Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon
BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi
Bupati Sukabumi Asep Japar Lepas Jemaah Haji Kloter 13, Titip Doa untuk Kemajuan Kabupaten Sukabumi
15 Orang Terjebak di Sulbar, Disnakertrans Sukabumi dan Relawan KDM Siapkan Pemulangan

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 18:25 WIB

Dinas Pertanian Buka Suara Soal Dugaan Pupuk NPK Zonk, Siap Libatkan Provinsi untuk Uji Mutu

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa

Sabtu, 9 Mei 2026 - 14:37 WIB

Lacak Jejak Macan Tutul, 80 Kamera Trap Disebar di Hutan Cikepuh Sukabumi

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:37 WIB

Rumah Panggung di Kalibunder Ludes Terbakar, Motor dan Hand Traktor Ikut Hangus

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:39 WIB

Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon

Berita Terbaru

Uncategorized

Yellowstone-vixen: INVALID INSTRUCTION [SOLVED]

Selasa, 12 Mei 2026 - 03:33 WIB

Uncategorized

Yellowstone-vixen: INVALID INSTRUCTION [SOLVED]

Senin, 11 Mei 2026 - 23:03 WIB