Melihat Tradisi Seren Taun Kasepuhan Cireundeu Cisolok di Era Modern

Selasa, 25 Juli 2023 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Gelaran puncak upacara adat seren taun di Kasepuhan Cireundeu, Desa Caringin, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi berlangsung meriah, Selasa (25/7/2023).

Tradisi upacara tahunan ini selalu dipenuhi masyarakat yang hendak melihat jalannya ritual sakral meskipun trek menuju lokasi acara tak mudah dilalui. Bagi warga adat Kasepuhan hal itu di maknai sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.

Walaupun baru melakukan tradisi selama 6 tahun, Kasepuhan Cireundeu ternyata sudah ada sejak tahun 1950. Namun tradisi seren tahun masih menginduk ke Kasepuhan Cicarucub Banten dengan adat dan tradisi yang masih di lestarikan turun temurun.

Tradisi seren taun diisi dengan rangkaian acara adat diantaranya Tutunggulan, Ngrengkong, Dogdog Lojor, Angklung, Pencak silat, Ngalaes, Debus, hingga Wayang golek.

Setiap acara membawa makna dan nilai-nilai filosofis yang mendalam, mencerminkan hubungan erat antara manusia dan alam, serta ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang dipercaya memberkahi mereka dengan hasil panen yang berlimpah.

Pimpinan adat Cireundeu, Olot Sumri mengatakan, seren tahun merupakan tradisi tahunan yang dilakukan Kasepuhan Adat untuk memaknai rasa syukur kepada yang maha kuasa atas limpahan hasil panen.

“Serah taun itu syukur hasil panen dengan nyerahkan hasil bumi tahun sebelumnya. Untuk meminta hasil bumi kedepan,” ujar Olot Sumri.

Olot Sumri menyebut, Kasepuhan Cireundeu telah menunjukkan komitmennya dalam melestarikan tradisi Seren Taun, sebuah warisan berharga yang menjadi simbol kearifan lokal dan rasa syukur atas anugerah alam.

“Tradisi ini akan terus tumbuh dan berkembang, membawa berkah bagi masyarakat adat Kasepuhan, serta menjadi sumber inspirasi bagi pelestarian budaya,” terangnya.

Sementara itu, Sekdes Caringin Taufik Ibrahim mengaku tradisi Seren Taun memiliki potensi sebagai daya tarik pariwisata budaya. Dengan promosi yang tepat, acara adat ini bisa menarik minat wisatawan.

“Saya yakin dengan kearifan ini terjaga, nanti kita menginginkan menarik minat wisatawan walaupun menuju lokasi tidak mudah karena akses ke sini jadi PR sangat besar bagi pemerintah Desa Caringin,” tambahnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Usung Tema Laut Lestari Nelayan Berseri, Bupati dan Ketua DPRD Hadiri Syukuran Nelayan Ujunggenteng
Mau ke Palabuhanratu Lewat Jalur Alternatif Cikidang? Waspadai Turunan Curam Berkelok Ini
Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda
Libur Panjang, Wisata Curug Larangan Sukabumi Tarik Minat Wisatawan
SCG Dukung Pengembangan Desa Wisata Karangpara, Perkuat Potensi Pariwisata dan Ekonomi Lokal Sukabumi
Alat Berat di Gerbang Ciletuh Geopark Disorot, Dinilai Coreng Wajah Pariwisata Sukabumi
Puncak Hari Nelayan Palabuhanratu Berlangsung Semarak, Ribuan Warga Tumpah Ruah
DLH Sukabumi Dorong Desa Wisata Berbasis Lingkungan

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:10 WIB

Usung Tema Laut Lestari Nelayan Berseri, Bupati dan Ketua DPRD Hadiri Syukuran Nelayan Ujunggenteng

Minggu, 7 Juni 2026 - 15:09 WIB

Mau ke Palabuhanratu Lewat Jalur Alternatif Cikidang? Waspadai Turunan Curam Berkelok Ini

Kamis, 4 Juni 2026 - 13:59 WIB

Bikin Merinding! Kisah Keberanian Pejuang Adang Pasukan Sekutu di Bojongkokosan Parungkuda

Senin, 1 Juni 2026 - 17:14 WIB

Libur Panjang, Wisata Curug Larangan Sukabumi Tarik Minat Wisatawan

Jumat, 29 Mei 2026 - 17:22 WIB

SCG Dukung Pengembangan Desa Wisata Karangpara, Perkuat Potensi Pariwisata dan Ekonomi Lokal Sukabumi

Berita Terbaru

OPINI

Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?

Rabu, 24 Jun 2026 - 17:29 WIB