MoU Ponpes Dzikir Al Fath dan PT. Liana Segrus Fokus Benahi Kendala Bahasa dan Sikap Mental

Sabtu, 15 Juli 2023 - 07:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – MoU Ponpes Modern Dzikir Al-Fath Kota Sukabumi dan PT. Liana Segrus CO.,LTD, terkait penempatan tenaga kerja ke Jepang, difokuskan pada pembenahan kendala bahasa dan budaya dan sikap mental.

Demikian disampaikan Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath,  KH. M. Fajar Laksana, usai penandatangan MoU di Aula Syekh Quro, Sabtu (15/7/23).

“Dengan adanya program ini, kurikulumnya yang tingkat III ini bisa magang kerja dan bisa kerja setelah dia tingkat III. Sehubungan kerja ke Jepang ini peluang kerjanya banyak dan pemerintah punya program ini. Tetapi kelemahan yang kita hadapi saat ini adalah terkait faktor bahasa,” kata Kyai Fajar.

Selain faktor bahasa kata dia, kelemahan yang dihadapi para calon tenaga kerja adalah hal budaya terkait sikap mental kerja yang berbeda. Maka diperlukan tahapan pendidikan dan pelatihan  (diklat) untuk mengasah kemampuan dan skill para calon pekerja yang berasal dari STIMIK Al-Fath.

Oleh karena itu, perusahaan yang bertanggungjawab atas pemberangkatan dan penempatan calon tenaga kerja, PT Liana Segrus sebagai kepanjangan tangan pihak Jepang bertanggungjawab mengadakan diklat.

Namun mahasiswa yang tingkat III, tingkat IV yang akan diproyeksikan untuk bekerja di Jepang, selama 6 bulan lebih, terlebih harus mengikuti diklat terlebih dulu. Baru setelah dianggap mahir dan memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan oleh pihak perusahaan Jepang untuk mengisi bidang-bidang tertentu, mereka bisa diberangkatkan.

Dia menambahkan, penandatanganan  kerjasama dengan PT. Liana Segrus sebagai perusahaan Indonesia yang mewakili Jepang yang menyelenggarakan dan menyalurkan mahasiswa atau mahasantri yaitu untuk mengisi berbagai bidang pekerjaan mengacu kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Fajar juga menjelaskan, alasan dilakukannya kerjasama STMIK Al-Fath dengan PT Liana Segrus, menurutnya, profil perusahaan tersebut memiliki legalitas dan memiliki job order yang jelas. Hingga nantinya, tenaga kerja akan disalurkan ke perusahaan-perusahaan di Jepang tanpa ada keraguan. PT Liana Segrus selama menjalankan misinya turut didampingi Kamar Dagang Indonesia (Kadin).

“Kita lakukan MOU ini setelah kita teliti juga, karena itu kita meyakini ini bisa betul-betul profesional. Insya Allah, bisa merubah tarap kehidupannya kelak. Tanggal 21 Juli nanti kita bersama PT Liana Segrus didampingi pihak Kadin, tim dari kita akan berangkat ke Jepang untuk langsung bisa bertemu dengan pimpinan perusahaan. Yang cukup menggembirakan, setelah diklat mereka bisa berkerja sambil kuliah,” ujarnya.

Apalagi mahasiswa atau biasa disebut mahasantri Al-Fath yang berasal dari 21 provinsi yang berjumlah 638 orang tinggal di Al-Fath secara gratis. “Mereka berasal dari 21 provinsi se-ndonesia. Mereka total di biayai oleh kita makan tinggal asrama, belajar dan mereka rata-rata dari kaum dhuafa, yatim piatu, piatu, ada dari Papua, Maluku, Sulawesi sampai ke Aceh,” ujarnya.

Pada tahun depan kata Fajar, Ponpes Al-Fath telah menyiapkan 600 orang tenaga kerja yang akan mengikuti program tersebut. Untuk saat ini kita menyiapkan 638.

“Kami cukup percaya untuk mengirimkan para calon pekerja ke negeri Jepang. Sehingga mereka itu akan membiayai kuliahnya dari hasil kerjanya sendiri yang di sebut kuliah sambil bekerja, hari ini kita menerima yang ini 638 , yang di serap oleh kita kurang lebih ada 250 , berarti kita ada potensi sekitar 800-an yang siap kita berangkatkan, cuma dilakukan bertahap,” ungkap Fajar.

Sementara itu M. Teguh Setiabasa  Advisor Kadin Indonesia mengungkapkan, program untuk bekerja di Jepang, banyak hal yang harus dibenahi. Terutama dalam aturan di Indonesia, karena masih belum terstandarisasi.

“Kalau kita punya konsep si Anak pada saat penyiapan itu, kita sudah menyediakan job order. Jadi tidak was -was, hanya yang jadi masalah persiapannya ini bagaimana untuk segera memenuhi requirement industri Jepang,” tandasnya.

Karena kita sudah melakukan assessment ke Jepang. Jadi tidak sekedar kita ngasih PO tapi pihak industrinya saya sudah melakukan assessment bagaimana kenyamanannya, bagaimana fasilitasnya bagaimana gajinya. Sementara ini banyak yang hanya memberangkatkan saja, dia tidak pernah di assessment, tambahnya.

Mirisnya lagi kata dia, bahkan ada salah satu agen yang tidak tahu seluk beluk mekanisme penyaluran tenaga kerja sekaligus penempatannya. Alhasil, dia cuma bisa memberangkatkan saja.

“Dia hanya memberangkatkan dia tidak tahu perusahaannya juga entah di mana.  Jadi sebetulnya Kadin Indonesia sekarang ini sedang mencoba menata ulang, bagaimana ke depan agen -agen yang memberangkatkan itu tidak spekulasi artinya menstok orang menerima orang tapi tidak ada job ordernya,” tegasnya.

Kalau boleh jujur kata dia, saat ini Jepang tengah mengalami krisis Sumber Daya Manusia (SDM). Sehingga program penempatan tenaga kerja ke Jepang tersebut merupakan peluang emas bagi anak-anak bangsa terutama dari kalangan mahasiswa yang ingin merubah kesejahteraan hidupnya.

“Peluang ini sayang sekali jika dilewatkan, saya mendorong mahasantri atau mahasiswa Al-Fath bisa mengikuti program ini sekaligus menangkap peluang ini. Apalagi selama proses berjalan akan mendapatkan pendampingan oleh perusahaan yang terpercaya dan Kamar Dagang Indonesia,” ungkapnya.

Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Lagi! Komunitas Seniman HG Sukabumi Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah
Wujud Kepedulian TNI, Renovasi Rumah Warga Ciemas Masuki Tahap Akhir
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Sukabumi Genjot Agroindustri dan Pariwisata
Sekda Ade Suryaman: Inspeksi SPPG Harus Sesuai Kondisi Riil di Lapangan!
MUI Sukabumi Tekankan Sinergi Ulama dan Aparat untuk Jaga Kondusivitas Wilayah
Bupati Sukabumi Minta Penanganan Bencana Tak Lambat, Koordinasi dan Kecepatan Jadi Kunci
KNMP Ciwaru Berpotensi Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir Sukabumi, Ini Rencana KKP
Wabup Buka Suara soal Rencana Berobat Tanpa BPJS, Pemkab Sukabumi Masih Tunggu Petunjuk Teknis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:42 WIB

Lagi! Komunitas Seniman HG Sukabumi Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah

Jumat, 6 November 2026 - 13:23 WIB

Wujud Kepedulian TNI, Renovasi Rumah Warga Ciemas Masuki Tahap Akhir

Kamis, 5 November 2026 - 19:49 WIB

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkab Sukabumi Genjot Agroindustri dan Pariwisata

Kamis, 5 November 2026 - 19:45 WIB

Sekda Ade Suryaman: Inspeksi SPPG Harus Sesuai Kondisi Riil di Lapangan!

Kamis, 5 November 2026 - 14:32 WIB

Bupati Sukabumi Minta Penanganan Bencana Tak Lambat, Koordinasi dan Kecepatan Jadi Kunci

Berita Terbaru