JURNALSUKABUMI.COM – Menolak tinggal diam melihat ancaman bahaya narkoba yang mengintai generasi muda, tokoh berpengaruh Pajampangan, Asep Mohamad Rapidi, S.E., M.M., mengambil langkah berani! Tak tanggung-tanggung, ia langsung menginisiasi gerakan besar-besaran untuk menyapu bersih peredaran barang haram tersebut dari bumi Pajampangan.
Strategi tak biasa pun dikerahkan. Asep Rapidi secara masif merangkul seluruh stakeholder penting. Mulai dari jajaran aparat penegak hukum TNI dan Polri, ulama terkemuka di Majelis Ulama Indonesia (MUI), ormas, Organisasi Kepemudaan (OKP), hingga para tokoh masyarakat bersatu padu membentuk benteng pertahanan kokoh dari serbuan narkoba!
Penggalangan kekuatan berskala besar ini digencarkan secara menyeluruh di 9 kecamatan yang masuk dalam Daerah Pemilihan (Dapil) 6 Kabupaten Sukabumi, yakni Ciemas, Ciracap, Cibitung, Cimanggu, Jampangkulon, Kalibunder, Surade, Tegalbuleud, dan Waluran.
Bukan tanpa alasan aksi nyata ini digelorakan. Pria yang memegang komando sebagai Ketua Paguyuban Serdadu Jampang (PSJ) sekaligus Anggota Tim Percepatan dan Pengendalian Pembangunan (TP3) Kabupaten Sukabumi ini menegaskan, pertempuran melawan narkoba membutuhkan pergerakan kolektif, bukan sekadar imbauan di atas kertas.
“Kita tidak boleh lengah! Perang melawan narkoba adalah harga mati yang butuh sinergi nyata di lapangan. Dari seuseupuh, para alim ulama, pemuda Pajampangan khusunya, hingga aparat TNI-Polri, semua harus bergerak bersama membentengi Pajampangan dari kejahatan narkoba!” tegas Asep Rapidi dengan nada penuh semangat.
Gerakan masif yang mengular di 9 kecamatan selatan Sukabumi ini diprediksi bakal menjadi angin segar sekaligus gertakan keras bagi para pelaku peredaran gelap narkoba untuk tidak coba-coba mengusik wilayah Pajampangan!
Redaktur: Ujang Herlan













Komentar