JURNALSUKABUMI.COM – Ramai beredar di media sosial rekaman layar menampilkan pesan suara seorang pemuda bernarasi melakukan perbuatan yang dilarang agama islam, dan dilakukan bersama Nabi Muhammad SAW.
Dalam rekaman itu, pemuda tersebut berujar minum minuman beralkohol dan pesta bersama sejumlah nabi termasuk Muhammad SAW, dan menyebut dajjal sebagai kakaknya.
Menanggapi beredarnya kabar tersebut, Ketua Laskar Fisabilillah Indonesia (LFI), sekaligus pengasuh Majelis Arrifa’iyah Indonesia Abi Kholil Asubki mengecam tindakan yang dilakukan pemuda tersebut.
“Kami keluarga besar laskar fisabilillah Indonesia mengecam dengan keras atas terjadinya penghinaan terhadap para Nabi terutama Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh pemuda pelajar,” ucap Abi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Jumat (5/5/2023).
Abi menilai, perilaku yang dilakukan pemuda tersebut bisa disebabkan oleh kurangnya pengawasan orangtua, dan lembaga pendidikan. Ataupun penyebab lainnya, seperti pengaruh obat-obatan terlarang.
“Ini semua bisa disebabkan oleh kurangnya pengawasan dari orang tua dan pihak sekolah terhadap anak didiknya sehingga terjadi yang demikian. Atau bisa disebabkan pengaruh dari narkoba, obat terlarang,” ujar Abi.
Abi menyebut, perbuatan itu dilakukan seorang pemuda yang ada di wilayah Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi. Dia berharap tindakan yang dinilai menista agama ini bisa ditindak tegas oleh pihak keamanan yang berwenang.
Lebih lanjut, Abi pun menghimbau agar peran keluarga sebagai lingkungan pendidikan yang pertama, bisa turut andil mengawasi kegiatan sosial yang dilakukan anak-anaknya.
“Orang tua juga harus benar-benar mengawasi pergaulan anaknya sehingga tidak terjerumus ke dalam pergaulan yang buruk. Juga sistem pendidikan di sekolah yang harus lebih dibenahi dalam membentuk akhlak siswa,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua MUI Kota Sukabumi, Aab Abdullah mengungkap, jika dirinya baru mendengar kabar tersebut dan sedang melakukan pendalaman.
“Kami harus meneliti dulu, baru mendengar masya Allah. Coba bapak mau meneliti dulu ya, memang tidak bisa dibiarkan jika persoalan itu benar. Kita mau coba monitor dulu, ini berbahaya kota kita ini,” singkat Aab lewat sambungan telepon yang diterima.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Usep Mulyana






