Unik Hanya Satu Tahun Sekali, Inilah Fenomena ‘Bugeul’ di Tegalbuleud!

Selasa, 11 April 2023 - 15:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kecamatan Tegalbuleud Kabupaten Sukabumi memiliki fenomena langka yang sering disebut ‘Bugeul’ atau tertutupnya aliran sungai oleh pasir.

Fenomena alam ini tentunya sangat unik dan langka yang hanya terjadi sekali dalam setahun, Bugeul merupakan fenomena alam yang terjadi pada musim kemarau panjang.

Kasi Binwas Kecamatan Tegalbuleud Leni Nurliah menyampaikan kepada jurnalsukabumi.com saat di temui di lapangan, fenomena ini kerap terjadi di dua lokasi di Kecamatan Tegalbuleud setiap tahunnya.

“Fenomena seperti ini biasanya di musim kemarau. Di sini ada dua titik, pertama di Sungai Cikaso Desa Buniasih dan Sungai Cibuni Desa Tegalbuleud,” kata Leni, Selasa (11/04/2023).

Dia juga menjelaskan, adanya fenomena tahunan tersebut diakibatkan pasir yang menutupi aliran sungai sehingga air sungai meluap ke pesawahan warga.

“Kalo di Sungai Cikaso, tidak terlalu parah ke pesawahan warga, namun hal ini juga bisa disebut keuntungan masyarakat, karena jika fenomena itu terjadi udang-udang besar akan bermunculan sehingga menjadi keuntungan masyarakat juga untuk memanfaatkan hal itu,” jelasnya.

Masih kata Leni, Bugeul di Sungai Cibuni berbeda dengan Sungai Cikaso, Bugeul di Sungai Cibuni malah sebaliknya sangat berdampak bagi masyarakat.

“Kalo Sungai Cibuni ini malahan bisa dibilang berdampak buruk bagi petani, karena setiap Bugeul terjadi pesawahan warga selalu terendam air akibat aliran sungai yang tertutup,” imbuhnya.

“Namun ketika Bugeul di Sungai Cibuni terjadi, selalu menjadi wisata dadakan karena pesawahan yang mandi lautan air,” sambungnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Tegalbuleud, Suratman mengatakan, fenomena ini terjadi terjadi di dua kedusunan, Kedusunan Tegalbuleud Dua dan Kedusunan Karanganyar.

“Kejadiannya memenang selalu dalam setiap tahun sekali dan selalu di musim kemarau. sekitar 250 hektar persawahan warga selalu menjadi korban,” kata Kades Tegalbuleud.

Dia juga menjelaskan fenomena alam ini dinamai Bugeul oleh masyarakat di Desa Tegalbuleud bukan tidak ada alasan. Ia pun menjelaskan asal usul penamaan itu.

“Jadi aliran Sungai Cibuni inikan menuju ke laut, nah dari ujung sungai ini tertutup oleh pasir yang membuat air sungai tidak lagi mengalir ke laut melain kan meluap persawahan warga, jadi karena pasir yang menumpuk atau warga di sini menyebutkan ngabugeugeul jadi lah dinamakan Bugeul,” jelasnya.

“Kita juga sudah berupaya untuk mengeruk pasir tersebut namun setelah beberapa hari selalu kembali tertutup lagi,” sambungnya.

Masih Kata Suratman, Bugeul biasa berlangsung sekitar tiga bulan lamanya.

“Biasanya Bugeul ini berlangsung sekitar tiga bulanan, dan kemudian akan rata kembali seperti biasa,” tandasnya.

Reporter: Yandi Candra | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug
Jalur Air Warga Ditutup Urugan, Kekhawatiran Banjir Mengintai Kampung Mariuk Simpenan 
Soal Lahan Parkir Pasar Palabuhanratu Bergolak, Ini Sikap Masing-masing Pihak!
Usai Angin Kencang Terjang Cicurug, Bupati Asep Japar Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang
Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama
30 Persen Saluran Rusak, Petani di Palabuhanratu Hadapi Ancaman Gagal Produksi
Pohon Beringin Puluhan Tahun di SMAN 1 Cicurug Tumbang, 12 Kendaraan Tertimpa

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Soal Lahan Parkir Pasar Palabuhanratu Bergolak, Ini Sikap Masing-masing Pihak!

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:41 WIB

Usai Angin Kencang Terjang Cicurug, Bupati Asep Japar Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama

Berita Terbaru

HEADLINE

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Jumat, 2 Okt 2026 - 14:12 WIB