Warga Sukabumi Tewas di Tangan Dukun Pengganda Uang

Selasa, 4 April 2023 - 10:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

FOTO: Warga tengah menunjukan kediaman PO sebelumnya di Kampung Pasar RT. 01/03 Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

i

FOTO: Warga tengah menunjukan kediaman PO sebelumnya di Kampung Pasar RT. 01/03 Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

JURNALSUKABUMI.COM – Kabar duka menyelimuti keluarga PO (45), warga Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Ia merupakan satu di antara 10 korban kebiadaban Tohari alias Mbah Slamet (45) sang dukun pengganda uang.

Informasi mengenai kabar yang menimpa warganya itu pun dibenarkan langsung Kepala Desa Karangtengah, Gery Imam Sutrisno. “Ya betul, kabar dari keluarganya bahwa jenazah mau dipulangkan hari ini dari Banjarnegara,” ujar Gery, Selasa (04/03/2023).

Sebelumnya, kata dia, bawa korban sempat tinggal di wilayahnya. Namun, sudah pindah dan rumah di sini ditempati oleh mantan istrinya.

“Dari hasil saya koordinasi ke warga dan ketua RT juga RW, bahwa yang bersangkutan sesuai KTP dulu pernah tinggal di sini. Tepatnya, di Kampung Pasar RT. 01/03 Desa Karangtengah, kemudian pindah ke daerah Cibaraja, Cisaat,” terangnya.

Ketua RW. 03 Desa Karangtengah, Chefis Basyuniyahya menambahkan, korban sudah lama tak lagi menetap di wilayahnya. Namun, yang pasti keluarga korban di Karangtengah sudah mengetahui kabar duka tersebut.

“Tadi ada anaknya di Cibadak, memberikan info bahwa korban ditemukan meninggal di Banjarnegara. Dan untuk di rumah asalnya di sini kini hanya ditempati oleh mantan istrinya,” sambung Chefis.

Terpisah, Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto mengungkapkan, pelaku pembunuhan adalah Tohari (45) alias Mbah Slamet warga Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara.

“Jenazah PO ditemukan pada hari Minggu tanggal 02 April 2023 sekira pukul 06.47 WIB di jalan setapak menuju hutan Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Terungkapnya pembunuhan ini bermula pada tanggal (27/3/2023) Polres Banjarnegara menerima laporan pengaduan orang hilang dari anak korban, saudara GE,” ungkapnya dikutip dalam jumpa pers (27/03).

Adapun motif tersangka membunuh korban, PO, karena kesal terus ditagih. Slamet yang merupakan sang dukun ini mengaku, menjanjikan akan melipatgandakan uang korban yang telah disetorkan, dari Rp70 juta menjadi Rp5 miliar.

“Pembunuhan itu terungkap berkat pesan WhatsApp korban kepada anaknya. Korban PO ditemukan dikubur di jalan setapak menuju hutan. Mbah Slamet telah ditangkap dan dikenakan dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati dan seumur hidup,” tegasnya.

Reporter: Ifan | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak
Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang
Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama
30 Persen Saluran Rusak, Petani di Palabuhanratu Hadapi Ancaman Gagal Produksi
Pohon Beringin Puluhan Tahun di SMAN 1 Cicurug Tumbang, 12 Kendaraan Tertimpa
Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama

Berita Terbaru