JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sukabumi, mendorong masyarakat untuk lebih memilih mengkonsumsi sumber-sumber pangan lokal ketimbang menjatuhkan pilihan pada produk pangan impor.
Pemberdayaan dilakukan melalui praktek pengolahan pangan lokal gastronomi di Balai Desa Kalibunder Kecamatan Kalibunder. Senin (27/2/2023).
Praktek pengolahan pangan lokal gastronomi diikuti oleh sebanyak 25 orang terdiri dari pengurus dan anggota PKK Desa Kalibunder.
Dengan mendorong konsumsi sumber pangan lokal, maka permintaan bahan pangan lokal juga ikut terdongkrak. Menggali kembali dan mengembangkan sumber pangan lokal menjadi prioritas sumber pangan serta sebagai upaya preventif terjadinya krisis pangan global
Sebagaimana diketahui, Kabupaten Sukabumi, kaya akan potensi dan kekayaan sumber pangan dan beragam yang harus dioptimalkan dan dikelola dengan baik untuk menunjang kemandirian dan ketahanan pangan.
Pengelolaan potensi pangan lokal secara optimal dan berkelanjutan akan menciptakan peluang usaha produksi pangan lokal untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk serta menggerakkan ekonomi masyarakat.
“Namun keberadaannya belum mampu dimanfaatkan secara optimal. Salah satu penyebabnya adalah rendahnya inovasi pengolahan terhadap pangan lokal,” kata Founder Desa wisata Hanjeli, Abah Asep.
Gastronomi lanjut dia adalah seni dan pengetahuan yang berhubungan dengan kenikmatan dari makan dan minuman di mana gastronomi mempelajari berbagai komponen budaya dengan makanan sebagai pusatnya.
Melalui pengolahan pangan ujarnya, Gastronomi dimungkinkan untuk membangun sebuah gambaran dari persamaan atau perbedaan pendekatan atau perilaku masyarakat terhadap makanan dan minuman yang digunakan di berbagai negara dan budaya.
Salah satu destinasi wisata Geopark (CPUGG) Kabupaten Sukabumi adalah Desa Wisata Hanjeli. Wisatawan diajak untuk belajar mengenal pangan lokal mulai dari cara bertanam, panen hanjeli menggunakan alat tradisional, numbuk hanjeli bahkan sampai belajar membuat olahannya.
Olahan pangan yang bersumber dari komoditas hanjeli tersebut merupakan olahan pangan Gastronomi. Karena itu, Dinas Ketahanan Pangan mendorong pengembangan olahan pangan Gastronomi di Desa Kalibunder Kecamatan Kalibunder karena lokasi tersebut memiliki potensi sangat besar dalam pengembangan hanjeli.
Redaktur: Usep Mulyana






