JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Mohammad Solihin, menyampaikan apresiasi kepada warga Dusun Suradita yang bekerja keras dan pantang menyerah mendirikan SDN Suradita. Sehingga pada awal masuk sekolah, bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara normal.
Sekolah darurat terletak di lokasi perkebunan di Dusun Suradita, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung itu, dibangun setelah sekolah sebelumnya tidak mungkin lagi dipergunakan karena berasal di lokasi bencana.
“Saya salut terutama kepada masyarakat Dusun Suradita yang telah berinisitif membangun sekolah darurat. Alhamdulillah, hari pertama semester dua kemarin, puluhan pelajar mengikuti proses kegiatan belajar mengajar,” kata Solihin, Selasa (10/1/23).
Dia menambahkan, para pelajar mayoritas merupakan penyintas bencana tanah bergerak Dusun Suradita yang mulai terjadi pada 1995 dan kembali semakin parah sejak 2019.
Menurutnya, pembangunan sekolah darurat diinisiasi masyarakat Dusun Suradita. Setelah dilihat-lihat baik bangunan luar dan dalamnya bangunan sekolah darurat memenuhi dalam kondisi kedaruratan.
“Jangan diukur kondisi normal ya, dalam kondisi darurat tentunya dapat memenuhi untuk layanan pembelajaran peserta didik,” ujar dia.
Pada bagian lain dia menjelaskan, pembangunan sekolah darurat masih perlu dilengkapi dengan kantor dan ruang guru. Disamping itu juga membutuhkan fasilitas pelengkap lainnya seperti kamar mandi, musholla, dan penerangan listrik karena di dalam cukup gelap.
Tidak hanya itu, di bagian dalam ruangan dindingnya perlu cat dan lantai tanah perlu diberi alas. Karena bila kemarau tentunya tanah berdebu, juga saat hujan dikhawatirkan air masuk.
“Kami akan berusaha mencarikan dana agar anak-anak menjadi nyaman. Kalau masyarakat sudah cukup,” kata Solihin.
Untuk relokasi sekolah, Solihin menjelaskan, tentunya harus mengikuti perpindahan masyarakat yang terdampak bencana gerakan tanah. Namun hingga saat ini rencana relokasi masyarakat terdampak bencana masih dalam proses. “Jadi tidak serta merta sekolah saja, harus mengikuti kemana pindahnya masyarakat.
“Bila lahan relokasi berdekatan dengan SD tidak perlu lagi ada relokasi, cukup memindahkan anaknya saja,” jelas dia.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SD Negeri Suradita Edi Junaedi mengatakan, proses kegiatan belajar mengajar di bangunan SD darurat dimulai Senin, 9 Desember 2023 dengan jumlah siswa sebanyak 49 pelajar.
“Pembangunan sekolah darurat ini mendapatkan dukungan di antaranya dari masyarakat, anggota PGRI, dan donatur,” kata Edi.
Pantauan jurnalsukabumi.com, sekolah darurat dibangun dengan tiang-tiang utama dari bambu menggunakan atap terpal plastik beralaskan tanah. Sedangkan dindingnya memanfaatkan bilik anyaman yang terbuat dari bambu.
Luas bangunan sekolah darurat ini sekitar 12 x 8 meter yang di dalamnya terbagi menjadi 4 ruang. Antara ruangan menggunakan dinding terbuat bilik anyaman bambu dengan tinggi sekitar 2 meter.
Data siswa tercatat, kelas 1 sebanyak 8 orang, kelas 2 sebanyak 5 orang, kelas 3 sebanyak 8 orang, kelas 4 sebanyak 5 orang, kelas 5 sebanyak 9 orang, dan kelas 6 sebanyak 12 orang.
Sedangkan tenaga pengajar berjumlah 5 orang meliputi 1 guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), 1 guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), dan 3 tenaga honorer.
Redaktur: Usep Mulyana











