JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi terus berupaya mempercepat penurunan stunting di Sukabumi.
Salah satunya, dalam percepatan penurunan itu mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Seluruhnya dilaksanakan secara konvergen, holistik, integratif, dan berkualitas melalui kerja sama multi sektor di pusat, daerah dan desa.
“Demi mencapai hasil yang optimal, maka sinergi dan kolaborasi di kalangan stakeholder harus dibangun dengan sangat baik sehingga semua dapat berperan sesuai tugas dan fungsinya masing-masing,” kata Agus, Kamis (05/01/2023).
Tak hanya itu, langkah ini pun merupakan salah satu kegiatan prioritas pada rencana aksi nasional percepatan penurunan stunting dan dilakukan secara berkesinambungan.
“Poin pentingnya yaitu intervensi atau pencegahan dapat segera dilakukan agar kasus tidak semakin memburuk dan tidak berulang di satu wilayah,” jelas Agus.
Karena selama ini, berbagai upaya terus dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam percepatan penurunan stunting, terutama melalui intervensi gizi spesifik yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan.
“Ya, seperti pemantauan tumbuh kembang balita, asi eksklusif, tablet tambah darah, pemeriksaan ibu hamil, pemberian makanan tambahan bagi balita gizi buruk dan yang lainnya,” tandansya.
Redaktur: Ujang Herlan












