Kang Ade Pimpin Monitoring Harga di Pasar Cibadak Sukabumi

Selasa, 15 November 2022 - 20:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, memimpin monitoring harga bahan pokok di Pasar Cibadak, Selasa (15/11/2022). Monitoring dilakukan sebagai antisipasi cepat Pemkab Sukabumi menghadapi inflasi.

Seperti diketahui, stabilitas harga penting untuk mengurangi ketidakpastian mengenai tingkat harga di masa mendatang. Karena itu upaya mencegah fluktuasi harga merupakan hal penting dan berdampak jangka panjang.

“Di Pasar Cibadak harganya masih stabil. Kecuali telur, ayam, dan daging yang nanti akan kita evaluasi karena kalau dibandingkan dengan Pasar Palabuhanratu tidak ada kenaikan semuanya stabil, nanti akan kita lihat persoalannya seperti apa,”  ujar Kang Ade.

Di Pasar Cibadak, ada 12 bahan pokok yang harganya masih stabil. Namun ada kenaikan harga telur dan daging yang tentu harus dievalusi.

Selain monitoring harga bahan pokok sebagai bahan untuk mengambil kebijakan stabilisasi harga yang akan menguntungkan semua pihak, Kang Ade juga melakukan monitoring progres pembangunan dan sarana distribusi perdagangan yang ada di pasar tersebut.

“Alhamdulillah posisi pembangunan sarana distribusi perdagangan sudah 80%. Dan kita targetkan di awal Desember sekarang bisa selesai dan dapat dimanfaatkan untuk aktivitas perdagangan sehingga perekonomian segera terdukung oleh beroperasinya pasar.”

Karena itu lanjut Kang Ade, diharapkan seluruh stakeholder yang terlibat dalam pembangunan sarana distribusi perdagangan yang ada di pasar Cibadak harus bekerja keras bahu-membahu agar diawal Desember 2022 fasilitas tersebut bisa selesai.

Sekda juga menegaskan semua harus mencermati pembukaan jalan tol karena sangat berpengaruh terhadap surkulasi ekonomi dan perdagangan mengingat  transportasi menjadi variable penting dalam proses distribusi ungkapnya.

Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Berita Terkait

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan
Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar
Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan
Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup
Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan
IPDN Gandeng Hergun Siapkan UMKM Tembus Pasar Digital di Sukabumi
Sampah Jadi Bahan Bakar! Wamenko: Hasil Pengolahan RDF Berpotensi Penuhi Kebutuhan Pabrik Semen
Wamenko Tantang Sukabumi Bangun Budaya Pilah Sampah di Setiap Desa

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:33 WIB

Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan

Berita Terbaru