Transaksi Esek-esek, Pria Hidung Belang, PSK dan Waria Terjaring Petugas Gabungan di Cibadak

Minggu, 22 Mei 2022 - 14:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Petugas gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polri dan TNI, melakukan penggerebekan sebuah rumah.kos-kosan yang diduga dijadikan tempat transaksi esek-esek, Sabtu (21/5/22) malam. Lokasi tersebut, berada di Kampung Pasar, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Berbekal informasi dan pengaduan dari masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas asusila di lokasi tersebut, petugas gabungan merangsek masuk ke dalam kos-kosan tersebut. Didalamnya, petugas mendapati sembilan pria hidung belang,.PSK dan seorang waria, diduga tengah transaksi esek-esek.

“Iya, karena banyaknya keluar masuk orang atau pria tidak dikenal, ditambah dengan adanya aplikasi Michat dengan lokasi kos-kosan tersebut yang diduga melakukan transaksi esek-esek,” kata Camat Cibadak, Lesto, kepada Jurnalsukabumi.com.

Secara umum lanjut dia,.kegiatan itu dalam rangka melakukan operasi penyakit masyarakat di wilayah Kecamatan Cibadak. Sasarannya adalah pasangan bukan suami istri yang menghuni  kos-kosan atau rumah kontrakan tersebut.

Dari hasil pengecekan dan pengembangan di lokasi, sambung Lesto, diamankan satu pasangan yang mengaku suami istri. Namun, setelah diperiksa pada dokumen pendudukan, khususnya pada KTP, mereka berbeda.

“Kalau ditotalkan ada sekitar sembilan pria dan wanita yang bukan pasangan suami istri. Namun, dari sembilan itu ada salah satu waria berinisial VI (22) juga telah diamankan pada kostan itu,” paparnya.

Dalam pemeriksaan oleh petugas, mereka mengakui telah melakukan transaksi esek – esek melalui aplikasi MiChat, dengan sejumlah bukti percakapan dari akun aplikasi mereka sebagai barang bukti.

“Jadi memang mereka juga mengakuinya soal transaksi secara online itu. Sementara, untuk eksekusinya mereka mengaku janjian di Hotel atau di kos itu sendiri,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi kejadian serupa, pihaknya mengaku sembilan pria dan wanita yang diamankan petugas gabungan itu, hanya akan diberikan sanksi pembinaan. Namun, jika mereka kedapatan kembali aksi tercela itu. Maka, petugas gabungan akan memberikan sanksi berat berupa rehabilitasi di panti sosial.

“Mereka bisa pulang ke rumahnya masing-masing dengan syarat mereka sudah menandatangani surat penyataan agar tidak mengulangi lagi. Selain itu, mereka juga harus dijemput oleh orang tuanya,”pungkasnya.

Reporter: Ifan | Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Dua Truk ‘Adu Banteng’ di Parungkuda, Sopir Diduga Mengantuk
Pria Tenggelam di Sungai Cicatih Ditemukan Tewas
Cut and Fill di Cikembar Dikeluhkan, Warga Soroti Debu dan Kebisingan 
Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi
Dua Remaja Terseret Ombak Pantai Cibuaya Ditemukan Tewas
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Dua Truk ‘Adu Banteng’ di Parungkuda, Sopir Diduga Mengantuk

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Pria Tenggelam di Sungai Cicatih Ditemukan Tewas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Cut and Fill di Cikembar Dikeluhkan, Warga Soroti Debu dan Kebisingan 

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi

Berita Terbaru

Religi

BAZNAS Kabupaten Sukabumi Bawa Pulang Penghargaan Nasional

Jumat, 16 Okt 2026 - 12:22 WIB