Saat Mahasiswa Turun ke Jalan, Yakinlah Bahwa Negara Ini Sedang Tidak Baik-baik Saja!

Minggu, 10 April 2022 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Dr. H. Mulyawan Safwandy Nugraha, M.Ag., M.Pd (Dosen dan Direktur Research And Literacy Institut (RLI))

Ramainya pemberitaan bahwa mahasiswa dari berbagai elemen akan adakan demo besar-besaran di beberapa kota di Indonesia, tentu bukan sesuatu yang ‘ujug-ujug” atau sekonyong-konyong. Ada yang melatarinya.

Lalu ada tudingan bahwa gerakan demonstrasi tersebut ditumpangi atau ditunggangi oleh kepentingan pihak tertentu pun, santer diberitakan. Bahkan dengan narasi yang penuh “drama”. Seakan-akan, demonstrasi besok tanggal 11 April 2022 secara otomatis akan melengserkan rezim yang berkuasa.

Kekhawatiran yang berlebihan ini ditambah dengan akan dilakukannya aksi pembubaran massa aksi oleh aparat keamanan. Dengan dalih tidak ada “izin”…

Adagium bahwa “saat mahasiswa turun ke jalan, yakinlah bahwa negara ini sedang tidak baik-baik saja”, akan menemukan momentumnya saat nanti aksi digelar.

Benarkah aksi besok itu penuh kepentingan, tidak lagi murni aspirasi mahasiswa, dan ditunggangi dgn pihak-pihak yang punya niat jahat kepada rezim?.

Entahlah…
Dari dulu juga aksi ke jalan, apalagi kalau mahasiswa yang demo, narasinya seperti itu…

Sebagai akademisi dan juga mantan aktivis, saya berharap bahwa kita jangan pernah punya sikap anti terhadap kritik. Pola pikir kita mesti bener dulu. Bahwa tidak ada sesuatu yang sempurna. Bahwa kita saling mengisi. Kita punya kekurangan tertutupi oleh kelebihan orang lain. Begitupun sebaliknya.

Jangan pernah ada kebencian pada manusia. Sekecil apapun itu. Karena kebencian hanya akan membuat kita buta pada kebenaran.

Demonstrasi itu alat menyampaikan aspirasi dan hal ini sah dalam dunia demokrasi. Kenapa seakan tabu?

Yang penting, pendemo juga jangan kegenitan, jangan berlebihan, dan jangan sampai melampaui batas. Jangan sampai terjadi perusakan fasilitas umum, jaga kondusifitas, keluarkan kata-kata yang berNas. Hindari penyataan berbasis SARA.

Semoga warga negara Indonesia yang saat ini mendapatkan amanah kepemimpinan, bisa mendengar aspirasi yang lahir dari kegelisahan masyarakat yang disuarakan oleh mahasiswa dan elemen pendemo lainnya. (*).

Berita Terkait

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi
Dari Game ke Empati: Pengaruh Pembatasan Bermain Game Online terhadap Kecerdasan Emosional Anak
Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa
Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas
Kemudahan yang Menjerat: Krisis Pengelolaan Keuangan di Era Pinjaman Cepat
Menjemput Berkah di Tengah Badai Geopolitik: Jihad Ekonomi, Budaya, dan Spiritual Kabupaten Sukabumi
Di Balik Senyum Siswa Sukabumi: Rasa Syukur atas Kehadiran Heri Gunawan
Semangat Kartini yang Tak Pernah Usai di Ujung Pengabdian

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 11:52 WIB

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:39 WIB

Dari Game ke Empati: Pengaruh Pembatasan Bermain Game Online terhadap Kecerdasan Emosional Anak

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:55 WIB

Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:57 WIB

Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:17 WIB

Kemudahan yang Menjerat: Krisis Pengelolaan Keuangan di Era Pinjaman Cepat

Berita Terbaru