Potret Sejarah Singkat Pembangunan Peternakan Sapi Lapas Warungkiara

Jumat, 18 Maret 2022 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Peternakan Sapi Lapas Kelas IIB Warungkiara, dibangun pada 2016 lalu. Saat itu diresmikan oleh Menteri Hukum Dan HAM RI, Yasonna H. Laoly. Peternakan itu sendiri mulai beroperasi pada Januari  2017 dengan jumlah sapi sebanyak 200 ekor dari jenis lokal dan impor, yaitu P.O dan Brahmancross (BX).

Berdasarkan sumber dari Lapas Kelas IIB Warungkiara menyebutkan bahwa, pada awalnya, operasional peternakan ini dilaksanakan secara swakelola dengan pengelolaan mandiri oleh Lapas Warungkiara. Sumber pembiayaannya, didanai APNBP dan teknisnya dibantu  oleh Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi.

Namun pada Agustus 2017, sapi yang berasal dari APNBP, dilelang dan dilanjutkan kerjasama dengan PT. Kariyana Gita Utama Cicurug Kabupaten Sukabumi.

Sapi yang dititipkan oleh PT. Kariyana hingga saat ini, jumlahnya berkembang menjadi 400 ekor dari jenis impor Australia Brahmancross (BX). Sapi yang dikirim ke Lapas Warungkiara rata-rata berusia 2 tahun ke atas dengan bobot awal 350 kilogram. Selanjutnya, disiapkan untuk
dikirim kembali ke PT. Kariyana setelah proses penggemukan mencapai bobot 450 sampai dengan 500 kilogram.

Dalam perjalanannya,. proses penggemukan sapi dilakukan selama 70 sampai.dengan 90 hari. Sampai saat ini terhitung kurang lebih 5000 ekor sapi yang sudah dilakukan proses penggemukan di Peternakan Terpadu Lapas Warungkiara.

Pelaksanaan pemeliharaan sapi dilakukan oleh 27 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang sudah melalui proses seleksi pada Sidang TPP yang dilaksanakan oleh Tim Pengamat Pemasyarakatan Lapas Warungkiara.

Mereka terbagi ke dalam berbagai tugas bertugas ada yang berperan mencari rumput, memberi makan dan minum.dan membersihkan kandang serta menaburkan serbuk gergaji.

Perawatan dan pemeliharaan sapi dilakukan dengan cara memberikan pakan konsentrat yang sengaja didatangkan langsung dari PT. Kariyana. Jumlahnya sebanyak tujuh persen dari bobot sapi/hari dan hijauan berupa rumput sebanyak tiga persen dari bobot sapi/hari.

Pakan konsentrat dimaksud adalah berupa campuran onggok singkong, polar, buntil sawit dan kopi, premix vitamin sapi. Pemberian makan dilakukan pada pagi, siang dan malam hari, sedangkan pemberian minum dilakukan 24 jam pada bak penampungan air.

Selain pemberian makan dan minum juga dilakukan pembersihan kandang setiap pagi hari dan menaburkan serbuk gergaji untuk menjaga kelembaban kandang dan meminimalisir bau dari kotoran sapi.

Kesehatan sapi amat sangat diperhatikan. Sebulan sekali sapi dikontrol kesehatannya oleh Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi dan oleh dokter hewan yang didatangkan oleh PT. Kariyana.

Manfaat besar yang dirasakan oleh WBP antara lain berupa premi dan ilmu tentang peternakan sebagai bekal saat mereka bebas nanti. Manfaat juga dirasakan oleh Pegawai Lapas Warungkiara yaitu berupa sektor usaha bagi Koperasi Konsumen Pegawai Lapas Warungkiara.

Selain itu juga menambah kas negara dan menjaga kestabilan harga daging sapi di wilayah Sukabumi dan Bogor.

Limbah kotoran sapi diolah sedemikian rupa menjadi pupuk kandang untuk berbagai tanaman dengan brand L’Kiara yang sudah dipasarkan sekitar di wilayah Sukabumi dan Jakarta sejak Tahun 2019 dengan jumlah kurang lebih 300 ton.

Kendala yang dihadapi yaitu masih menumpuknya limbah kotoran sapi yang belum tertangani secara maksimal apalagi saat cuaca hujan yang menyulitkan pengolahan limbah tersebut. Selain itu juga kendala SDM WBP yang terbatas karena harus melalui proses seleksi yang ketat.

Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

BPR Sukabumi Ingatkan Bahaya Bank Emok, Pinjaman Cepat Bisa Berujung Tercekik
Tabungan Tahara dan Siwajar Makin Diminati, BPR Sukabumi Catat Pertumbuhan Positif
Paripurna DPRD, Penyampaian Perubahan Perumda AMTJM Menjadi Perseroda
Tahun Ajaran Baru Jadi Momentum Menabung, Minat Tabungan SiWajar di BPR Sukabumi Meningkat
BPOM Apresiasi Otsuka, Pabrik di Pasuruan Jadi Contoh Penerapan Keamanan Pangan Nasional
SCG Dukung Keandalan Sistem Utilitas untuk Produktivitas Industri Manufaktur Berkelanjutan
Memasuki Lebih Tiga Dekade, BPR NPB 11 Tetap Melayani dengan Hati, Berkarya untuk Negeri
BPR Sukabumi Percepat Layanan Digital, Pendaftaran Nasabah Kini Bisa Dimulai dari Genggaman

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:35 WIB

BPR Sukabumi Ingatkan Bahaya Bank Emok, Pinjaman Cepat Bisa Berujung Tercekik

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:27 WIB

Tabungan Tahara dan Siwajar Makin Diminati, BPR Sukabumi Catat Pertumbuhan Positif

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:24 WIB

Paripurna DPRD, Penyampaian Perubahan Perumda AMTJM Menjadi Perseroda

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:04 WIB

Tahun Ajaran Baru Jadi Momentum Menabung, Minat Tabungan SiWajar di BPR Sukabumi Meningkat

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:31 WIB

BPOM Apresiasi Otsuka, Pabrik di Pasuruan Jadi Contoh Penerapan Keamanan Pangan Nasional

Berita Terbaru