JURNALSUKABUMI.COM – Sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di wilayah Dapil 1 Kabupaten Sukabumi protes. Dalangnya, mereka diharuskan berbelanja di e-warung dengan harga bahan pokok yang lebih mahal dibanding warung biasa.
Seperti yang terpantau di Desa Sangrawayang, Kecamatan Simpenan. Sejumlah KPM di desa tersebut juga mengaku diarahkan agar berbelanja di e-warung tertentu.
“Belinya harus di tempat yang sudah ditentukan. Enggak boleh di warung-warung lain,” kata warga berinisial EM kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (2/3/2022).
EM mengatakan, penggiringan paksa KPM untuk memperoleh BPNT bertentangan dengan aturan yang dikeluarkan oleh pemda. Pilihan barang di e-warung pun tidak sesuai harapan.
“Disini mah harus dibelikan 400 ribu. Dibelikan beras 20 Kilogram, telur ayam 4 kilogram, kacang ijo 1/2 kilogram dan Jeruk 2 kilogram,” terangnya.
Tak hanya itu, KPM juga ditakut-takuti jika tidak menuruti perintah oknum untuk berbelanja di e-warung. Kepesertaan KPM diancam akan dicoret.
Hal senada diungkapkan SR, warga Desa Tonjong, Kecamatan Palabuhanratu. BPNT yang disalurkan dalam bentuk uang tunai itu seluruhnya harus dibelanjakan di e-warung yang disediakan.
“Seluruh uang yang di dapat sebesar 600 ribu itu semuanya harus dibelikan sembako di e-warung yang disediakan. Belanja beras, daging ayam, jeruk, kacang ijo, dan telur,” ucap SR
SR mengaku kaget dengan rincian harga yang tertera di struk dari e-warung. Nilai harga bahan pokok yang dibeli jauh lebih mahal dibanding harga pasaran.
Rinciannya, daging ayam 1 kg seharga RP 40 ribu, di kali 3 jadi Rp 120 ribu, paket beras 9 kg seharga Rp 110 ribu, dikali 3 jadi Rp 330 ribu.
Kemudian jeruk 1 kg Rp 25 ribu di kali 3 jadi Rp 75 ribu. Kacang ijo 1/2 kg seharga Rp 19 ribu. Telur ayam 1 kg seharga Rp 28 ribu di kali 2 jadi Rp 56 ribu. Jadi total keseluruhan yang dibelikan warga sebesar Rp 600 ribu.
Dilain tempat WH warga Desa/Kelurahan Cikakak, mengalami hal sama, dirinya diharuskan membeli sembako yang sudah ditentukan pihak desa.
“Iya melalui RW semua warga diarahkan untuk membeli sembako, ada juga diambil uangnya kemudian sembakonya langsung diantar kerumah,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mohammad Noor






