Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi Panen Perdana Pisang Jumbo Bareng Dirjen

Minggu, 20 Februari 2022 - 16:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pisang terpilih menjadi salah satu komoditas buah unggulan untuk dikembangkan dan mendapat porsi kawasan cukup luas pada program Kampung Hortikultura. Sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), tujuan pengembangan kawasan Kampung Pisang ini antara lain untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri, memenuhi permintaan ekspor, dan diversifikasi pangan.

Kabupaten Sukabumi mendapat alokasi kegiatan APBN untuk mengembangkan kawasan Kampung Pisang. Salah satu Kampung Pisang yang dikembangkan berada di Desa Warung Kiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat telah berhasil mengembangkan pisang jenis barangan jumbo (bajo) dan hasilnya pun sudah dapat dipanen sejak pekan lalu.

Dihubungi secara tertulis pada Senin (07/02), Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto sangat mengapresiasi kegiatan panen pisang bajo di Desa Warung Kiara ini. Prihasto berharap pengembangan ini dapat terus berlanjut dan dapat menghasilkan pisang berskala ekspor.

“Selamat atas panen perdananya. Sukabumi selama ini dikenal dengan pisang ambon. Saat ini, juga dapat turut dikenal sebagai penghasil pisang bajo. Kemudian, mewujudkan pengembangan kawasan yang berorientasi ekspor adalah kebijakan Kementan di bawah arahan Bapak Menteri SYL. Oleh karena itu, saya harap pengembangan Kampung Pisang Bajo ini dapat terus berlanjut hingga mampu menghasilkan pisang berkualitas ekspor,” ujar Prihasto.

Menurut Direktur Buah dan Florikultura, Liferdi Lukman, pisang bajo ini merupakan jenis pisang baru. Namun, kualitas dari pisang ini memberikan harapan baru untuk dapat menembus pasar mancanegara.

“Pisang bajo ini memang pendatang baru di dunia perpisangan. Tetapi, jangan heran kalau pisang bajo menjadi harapan. Kita lihat kualitasnya. Ukurannya jumbo, rasanya manis, dan kulitnya mulus. Saya harap pisang bajo dapat tembus ke pasar mancanegara,” ujar Liferdi saat menghadiri panen raya pisang bajo di Sukabumi.

Pada kesempatan ini, Liferdi turut menyebutkan bahwa Kementan akan mempromosikan buah-buahan melalui program ODICOFF ke 34 negara di dunia dan berharap pisang bajo dapat menjadi salah satu komoditas yang dipromosikan.

“Kami berharap pisang bajo dapat berpartisipasi dalam ODICOFF 2022 nanti agar bisa meraih pasar dan kerja sama baru secara internasional. Untuk mewujudkannya, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak demi menghasilkan kualitas pisang bajo yang terbaik dan sesuai dengan keinginan pasar ekspor,” tambah Liferdi.

Pengembangan Kampung Pisang Bajo ini merupakan sinergi antara Poktan Pandawa Siaga Tani dengan PT Caraka Prima Sakti, dan PT Rejeki Pangan Lestari sebagai offtaker. Poktan Pandawa Siaga Tani menerima bantuan berupa benih kultur jaringan dari PT Caraka Prima Sakti dan PT Rejeki Pangan Lestari serta saprodi dari Direktorat Buah dan Florikultura.

Pemulia benih dan breeder varietas pisang bajo, I Gusti Made Gama mengungkapkan keunggulan dari pisang ini adalah daging buah yang garing, rasa yang sangat manis, dan aroma khas

pisang barangan. Ukurannya pun juga cukup besar dengan berat mencapai 3 kilogram per sisirnya.

“Pisang ini saya kerjakan cukup lama untuk memastikan kestabilan dan keunggulannya. Tadi saya lihat di lapangan hasilnya cukup bagus dan besar. Untuk 1 sisir, beratnya mencapai 3 kilogram. Saya harap ke depannya pisang ini dapat menembus pasar dunia dan untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kerja sama berbagai pihak, baik dari swasta maupun pemerintah,” ungkap I Gusti Made Gama.

Turut hadir dalam panen raya pisang bajo ini, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Thendy Hendrayana. Thendy menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh pengembangan pisang bajo di Desa Warung Kiara dan terbuka lebar jika ada kesempatan pengembangan area di wilayah lain.

“Di Sukabumi itu segalanya ada dan pertanian, terutama pisang, menjadi unggulan kami. Selama ini, kami hanya kenal pisang ambon dan pisang lumut. Hari ini, Warung Kiara dapat membuktikan bahwa pisang bajo juga dapat tumbuh subur di Sukabumi. Kami sangat mendukung pengembangan pisang bajo ini ke depannya, apabila memang ada area-area lain yang cocok untuk ditanam pisang bajo,” kata Thendy.

Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

HUT TNI ke-81, Forkopimcam Parakansalak Beri Kejutan Kue Kekuatan untuk Koramil
HUT TNI ke-81, Dandim 0607 Sampaikan Amanat Panglima: Kepercayaan Rakyat Sebagai Amanah
Bencana Datang, Pangan Terancam, Narkoba Mengintai: Ini Fokus Kodim 0622 Sukabumi
Dari Ancaman Hibrida hingga Bencana di Momen HUT TNI, Kodim 0622 Sukabumi Perkuat di Wilayah
Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug
Pemkab Sukabumi Dorong Sinergi Kejaksaan dan Pers Perkuat Pengawasan Pemerintahan
Penerangan Hukum Kejari Sukabumi Bersama Pers: Merawat Kepercayaan, Mengawal Keadilan
Bupati Sukabumi Tekankan Semangat Persatuan di Momentum Hari Kesaktian Pancasila

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:05 WIB

HUT TNI ke-81, Forkopimcam Parakansalak Beri Kejutan Kue Kekuatan untuk Koramil

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:05 WIB

HUT TNI ke-81, Dandim 0607 Sampaikan Amanat Panglima: Kepercayaan Rakyat Sebagai Amanah

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Bencana Datang, Pangan Terancam, Narkoba Mengintai: Ini Fokus Kodim 0622 Sukabumi

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Dari Ancaman Hibrida hingga Bencana di Momen HUT TNI, Kodim 0622 Sukabumi Perkuat di Wilayah

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:06 WIB

Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug

Berita Terbaru