JURNALSUKABUMI.COM – Aksi unjuk rasa sejumlah mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di depan Balai Kota Sukabumi di Jalan R. Syamsudin, sempat ricuh, Kamis (09/12/2021).
Peristiwa tersebut terjadi lantaran mahasiswa kesal tuntutan yang disampaikan tidak ditanggapi. Sehingga, mereka berusaha mendobrak masuk ke Halaman Pemkot Sukabumi.
Bahkan, sempat terjadi aksi dorong mendorongan antara mahasiswa bersama Aparat Kepolisian Polres Sukabumi Kota.
Ketua GMNI Sukabumi Raya, Anggi Fauzi mengatakan, kericuhan terjadi akibat demonstran kesal dan meminta Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi langsung mendengarkan aspirasinya.
“Ini bentuk kekesalan, saat kami datang Wali Kota tidak pernah menemui, sehingga kita tadi memaksa untuk masuk ke dalam dan sempat terlibat kericuhan,” ungkap Anggi kepada Jurnalsukabumi.com.
Dalam aksi ini kata Anggi, GMNI Sukabumi akan mempertanyakan beberapa pembangunan yang ada di wilayah Kota Sukabumi. Baik, mengenai Pasar Pelita maupun pembangunan yang sedang dikerjakan sekarang ini.
“Hari ini Pasar Pelita belum juga beroperasi. Bahkan sertifikat Laik fungsinya hingga saat ini belum keluar. Ditambah, dengan proyek pembangunan seperti Pedestrian A. Yani dan Alun-alun terintegrasi dengan Lapang Merdeka. Mudah-mudahan cepat selalesai tepat waktu,” singkatnya.
Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Ujang Herlan






