JURNALSUKABUMI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mengimbau warga mewaspadai potensi terjadinya ancaman bencana hidrometerologi ketika memasuki peralihan musim dari kemarau ke penghujan.
Pasalnya fase peralihan musim dari kemarau ke penghujan diperkirakan akan berlangsung sampai tahun 2022. Peralihan musim ini berpotensi menimbulkan terjadinya bencana hidrometerologi seperti angin kencang, gelombang pasang dan banjir.
“Masyarakat agar waspada ancaman bencana cuaca ekstrim selama periode kedepan sampai tahun 2022 akan terus berlangsung,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi, Imran Wardhani, kepada wartawan, Senin (18/10/21).
Sementara untuk mengantisipasi dalam kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. BPDB telah menindaklanjuti peringatan dini bencana langkah kesiap siagaan daerah, dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi sejak tanggal 14 september.
Salah satunya, meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan Aparatur Pemerintah Daerah, lembaga non pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi frekuensi kejadian bencana yang akan terus meningkat.
“Kemudian kita tindak lanjuti dengan dengan SE Wali Kota Sukabumi. Kita sosialisasi bimtek ditingkat pemerintah hingga RT dan RW kemudian pelaku pariwisata,” kata dia.
Selain itu sambung Imran, BPBD pun telah melakukan meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan bencana. Dengan cara melalui sosial edukasi melalui pelatihan, penanggulangan kedaruratan bencana evakuasi secara partisipatif mitigasi berbasis ekosistem dan gerakan aksi bersih-bersih lingkungan.
“Mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode ke depan (hujan secara sporadis, lebat, dan durasi singkat, disertai petir dan angin kencang,
bahkan hujan es), yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung, terutama untuk masyarakat dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,” tandasnya.
Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Mohammad Noor











