Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Ustadz Anom Ingatkan Jamaah Soal Kapan dan Dimana Nabi Dilahirkan

Minggu, 17 Oktober 2021 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, di Kampung Cibaregbeg, Desa Caringin, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, diisi dengan ceramah agama oleh Ustadz Anom. Dalam tautsiahnya, ustad kondang tersebut memaparkan tentang hikmah maulid nabi bagi generasi saat ini. Menurutnya, Umat Islam jangan sampai melupakan sejarah tentang kapan dan dimana nabi dilahirkan. Kegiatan berlangsung, Minggu (17/10/21).

” Memperingati maulid nabi berarti umat Islam harus tahu kapan dan dimana nabi dilahirkan. Nabi dilahurkan di Mekah Hari Senin tanggal 12 Robiul Awal Tahun Gajah atau bertepatan dengan 20 April 571 Masehi. Kenapa disebut Tahun Gajah ? Karena sebelum nabi lahir,.terjadi peristiwa dahsyat yakni terjadi peperangan antara tentara bergajah melawan burung Ababil tanggal 18 Muharrom. Sehingga diabadikan dalam Surat Al-Fiil,” kata Ustadz Anom

Memperingati hari kelahirannya, umat Islam diingatkan tiga hal yang melekat dalam diri nabi yaitu aqwal, af’al dan ahwal. Aqwal adalah ucakan nabi. Nabi kata Ustadz Anom, sosok manusia tidak pernah berbohong. Dalam dirinya tertanam sifat sidik atau jujur. Jadi jika mengaku umat nabi maka harus menjauhi perbuatan yang suka berbohong. Baik pada diri sendiri maupun pada orang lain. Maka atas perbuatannya itu, nabi mendapatkan gelar Al-Amiin.

Selain sidik, nabi pun terkenal dengan sikap sopan santun dalam bertutur kata. Dalam berumah tangga, dalam keluarga, nabi itu sangat sopan dan menghargai istrinya. Bahkan nabi belum pernah memanggil nama. Contoh nabi memanggil istrinya dengan kata “Yaa Khumairo” atau pipi yang kemerah-merahan. Selain itu bagi sering disebut Al-Quran berjalan. Ada keterangan mengatakan, paling afdhol ibadah adalah membaca Al-Quran.

“One day one ayat. Lebih baik baca Al-Qur’an dari pada waktu dihabiskan untuk baca HP, komentari status orang. Karena apa yang kita kerjakan saat ini semuanya akan dihisab di yaumil qiyamah,” ujarnya.

Bagian kedua kata dia adalah Af’al yang berarti perbuatan nabi. Salahsatu contoh yang diajarkan nabi adalah ibadah shalat berjamaah. Contoh lainnya adalah tatacara makan dan minum. Nabi mencontohkan, agar saat makan dan minum harus sambil duduk. Diawali Bismillah dan diakhiri Alhamdulillah. Bagian ketiga adalah Ahwal yakni sikap dan tindak tanduk nabi. Kangjeng nabi itu, sayyidul haya wathawadu. Artinya,.nabi itu adalah seorang pemalu. Terutama Malu.kepada Allah SWT dan selalu menyayangi fikoro dan masakin.

Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Gerakan Wakaf 1 Juta Al-Qur’an Jadi Ikhtiar Perluas Syiar Islam di Sukabumi
11 Ribu Peserta Siap Ikuti Khatam Akbar, Pemkab Sukabumi Pastikan Seluruh Persiapan Tuntas
Lantunan Al-Qur’an dan Senyum Anak Yatim Warnai Santunan Muharam Warung Sedekah
Milad Ke-54 DMI, Bupati: Jadikan Masjid dan Majelis Ilmu Benteng Pertahanan Moral Generasi
Camp Religi Mubarakah: Pemuda Masjid Dunia Kumpul di Sukabumi
Lautan Obor Sambut Tahun Baru Islam, Sukabumi Bersinar dalam Semangat Hijrah
Sambut 1 Muharram 1448 H, Heri Gunawan Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Semangat Berhijrah
Sambut 1 Muharram 1448 H, Pemkab Sukabumi Siapkan Pawai Akbar dan Khotmil Qur’an

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:00 WIB

Gerakan Wakaf 1 Juta Al-Qur’an Jadi Ikhtiar Perluas Syiar Islam di Sukabumi

Senin, 6 Juli 2026 - 18:29 WIB

11 Ribu Peserta Siap Ikuti Khatam Akbar, Pemkab Sukabumi Pastikan Seluruh Persiapan Tuntas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:11 WIB

Lantunan Al-Qur’an dan Senyum Anak Yatim Warnai Santunan Muharam Warung Sedekah

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:40 WIB

Milad Ke-54 DMI, Bupati: Jadikan Masjid dan Majelis Ilmu Benteng Pertahanan Moral Generasi

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:36 WIB

Camp Religi Mubarakah: Pemuda Masjid Dunia Kumpul di Sukabumi

Berita Terbaru