Gelombang Tinggi Palabuhanratu Rusak Pos Pantau Balawista dan Warung Pesisir Pantai

Rabu, 11 Agustus 2021 - 16:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Gelombang tinggi di Pantai Istiqomah, Desa Citepus, Kecamatan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, menghantam Pos pantau Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) hingga nyaris roboh.

Gelombang yang menerjang sejak pagi itu, tidak hanya berdampak pada tiang pancang pos pengawasan lifeguard setinggi 12 meter. Namun sejumlah warung di pinggir pantai ikut tergerus

“Hari ini memang perkiraan cuaca yang diinformasikan oleh BMKG terjadi gelombang pasang hampir mungkin 4 sampai 5 meter, sehingga pos pengawasan lifeguard balawista terjadi penggerusan pasir dan tidak menutup kemungkinan roboh bila terus tergerus,” kata Kepala Bidang Kemitraan dan Kerjasama Balawista, Rizky Faizal kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (11/8/21).

Gelombang ini, lanjut dia, diperkirakan akan terus berlanjut hingga tanggal 17 Agustus sesuai informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dengan begitu petugas lifeguard ditempatkan dimasing-masing titik agar dapat memberitahukan bila terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

“Petugas lifeguard seperti biasa dari hari ke hari kita pasang dari tiap titik pos pantau itu 2 sampai 3 orang dari pukul 8 pagi sampai pukul 5 sore,” terangnya.

Dampak kejadian ini sambung Rizky, masih belum terlihat, namun tidak tahu kedepannya seperti apa karena gelombang tersebut baru terjadi pada hari ini dan kemungkinan akan terus seperti ini. Demi kenyamanan masyarakat dirinya pun tak henti-hentinya menghimbau agar lebih waspada.

“Kepada masyarakat khususnya pelaku usaha di seputaran pantai untuk waspada dan berhati-hati dalam menghadapi situasi cuaca seperti ini,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Berita Terbaru