JURNALSUKABUMI.COM – Pasangan suami isteri Abdul muslih(31) dan Evi susanti (25), warga Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi saat ini hanya bisa pasrah. Keduanya butuh biaya sangat besar untuk operasi anaknya yang lahir kembar siam.
Bayi kembar siam warga Perumahan Permata Indah Blok W, No. 18, RT 18/03, Desa Bojongraharja tersebut lahir di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Senin 28 Juni lalu.
Keduanya lahir secara sesar dengan kondisi bagian dada berdempetan. Bayi perempuan kembar siam itu dinamai Queenetha zaina, dan queenesha zahira.
Abdul Muslih menuturkan, kelainan pada anak kedua dan ketiganya ini sudah terlihat saat di USG pada usia kandungan lima bulan. Dari hasil dari USG tersebut, dokter kandungan memberi tahu bahwa bayi mereka kembar siam.
“Kemudian dirujuk ke RSHS Bandung. Dari mulai kandungan 6 sampai 7 bulan kita rutin dua minggu sekali ke Bandung,” kata Abdul kepada jurnalsukabumi.com, Minggu (8/8/21).
Abdul mengaku, harus menyediakan biaya kurang lebih Rp 1,6 Milyar untuk operasi memisahkan kedua buah hatinya. Buah hatinya kini dalam pengawasan dokter anak dari Bandung yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekarwangi Cibadak.
“Sebulan sekali Dokternya suka kesini memeriksa dan itu gratis,” ucapnya.
Reporter: Ruslan AG | Redaktur: Mohammad Noor






