JURNALSUKABUMI.COM – Pasca tewasnya satu pelajar akibat tawuran di Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, pihak kepolisian kini memanggil kedua Kepala Sekolah (Kepsek) tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar diadakan musyawarah bersama.
Mediasi yang dilaksanakan di Mapolsek Parungkuda itu bertujuan, meredam masing-masing sekolah agar tidak ada aksi balas dendam. Juga, kejadian serupa tidak sampai terulang kembali apalagi masih di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.
“Kami berharap suasana bisa kondusif, dan kami sebagai pihak kepolisian meminta melalui kepala sekolah masing-masing agar menyampaikan kepada orang tua siswa agar lebih ketat memperhatikan anaknya ketika diluar jam sekolah,” ujar Kapolsek Parungkuda, Kompol Wawan dalam keterangan yang diterima jurnalsukabumi.com, Sabtu (7/8/2021).
Setelah diadakan mediasi lanjut Kapolsek, pihak sekolah SMK di kawasan Cisaat diwakili Kepsek Dede Haryanto, menyatakan masih mencari solusi agar kejadian kemarin tidak terjadi kembali dan dirinya akan terus menjalin kerjasama antara sekolah, orang tua siswa serta aparat keamanan.
“Pihak sekolah bersama pihak Forkopincam Parungkuda akan mengefektifkan satgas penanggulangan tawuran dan kenakalan pelajar, serta akan melakukan bimbinngan dan penyuluhan terkait dengan kenakalan remaja dan, akan mengadakan patroli gabungan kelokasi lokasi rawan tawuran pelajar,” terangnya.
Sementara dari pihak Kepala Sekolah SMK di Parungkuda, Ilham Nugraha menyepakati hasil musyawarah tersebut dan akan lebih intens memperhatikan siswanya dan memberikan penyuluhan tentang keamanan dan kenakalan remaja.
“Semoga kejadian kejadian seperti ini di wilayah hukum Parungkuda tidak terjadi lagi, dan kedepannya hal ini menjadi contoh kekerasan itu dapat menimbulkan luka dan korban jiwa,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan






