Kemandirian Masyarakat Sebagai Bentuk Peningkatan Perekonomian Kawasan UNESCO Global Geopark (CPUGGp)

Rabu, 16 Juni 2021 - 06:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Drs. Asep Abdul Wasit, M.M.
(Kepala Plt Bappeda Kabupaten Sukabumi)

JURNALSUKABUMI.COM – Sejak 2015 Kabupaten Sukabumi secara resmi memiliki Geopark Ciletuh-Palabuhanratu yang merupakan salah satu warisan alam dan memiliki daya tarik perekonomian di dalamnya. Tidak terbatas pada aspek geologis saja tetapi juga aspek keanekaragaman hayati dan budaya menjadi salah satu nilai tambah pada kawasan tersebut.

Kepala Plt Bappeda Kabupaten Sukabumi Asep Abdul Wasit
Kepala Plt Bappeda Kabupaten Sukabumi Asep Abdul Wasit

Melalui geopark yang telah diakui oleh UNESCO, pengembangan potensi sektor pariwisata yang menjadi salah satu upaya dilakukan untuk menciptakan kegiatan ekonomi bagi masyarakat. Menangkap potensi tersebut, secara aktif Kabupaten Sukabumi senantiasa mengoptimalkan branding kawasan tersebut yang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkab Sukabumi antara lain dengan memperkuat konsep Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, Pelaku Usaha dan Promosi atau dikenal dengan 3A+2P. Melalui konsep tersebut pemerintah berupaya memfasilitasi pengembangan kepariwisataan dengan melibatkan pemberdayaan masyarakat di dalamnya melalui pemanfaatan nilai tambah dari kawasan CPUGGp. Mengacu pada konsep pembangunan CPUGGp, terdapat 7 (tujuh) poin utama yang melandasi pemberdayaan penduduk di kawasan yang terdiri dari 8 kecamatan tersebut yakni.

1.    Konservasi Geoheritage;
2.    Konservasi Alam dan Lingkungan;
3.    Pengembangan Pariwisata;
4.    Usaha Pertanian dan Perikanan;
5.    Kebudayaan dan Kesenian;
6.    Promosi dan Edukasi Geopark;
7.    UMKM dan Geoproduk.Ketujuh poin utama pemberdayaan masyarakat tersebut dilandasi oleh pandangan bahwa pembangunan manusia akan hadir apabila sumber daya yang tersedia mampu mendorong kemandirian masyarakat untuk pengembangan ekonomi yang ada. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi memahami bahwa keterlibatan aktif masyarakat dan kerjasama yang baik antar stakeholder akan mendorong pengembangan kawasan yang lebih baik. Hal tersebut telah dibuktikan dengan fakta bahwa perekonomian di kawasan CPUGGp mengalami peningkatan baik pasca penetapannya sebagai Geopark Nasional hingga diakui sebagai bagian dari UNESCO.

Lebih lanjut, peningkatan perekonomian melalui kepariwisataan akan semakin optimal apabila dilakukan penerapan sapta pesona pariwisata. Orientasi pada peningkatan kualitas pelayanan pariwisata berkelas dunia hanya akan diraih apabila masyarakat aktif dan meningkatkan kapasitas secara baik, kontinu dan optimal.

Berita Terkait

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi
Dari Game ke Empati: Pengaruh Pembatasan Bermain Game Online terhadap Kecerdasan Emosional Anak
Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa
Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas
Kemudahan yang Menjerat: Krisis Pengelolaan Keuangan di Era Pinjaman Cepat
Menjemput Berkah di Tengah Badai Geopolitik: Jihad Ekonomi, Budaya, dan Spiritual Kabupaten Sukabumi
Di Balik Senyum Siswa Sukabumi: Rasa Syukur atas Kehadiran Heri Gunawan
Semangat Kartini yang Tak Pernah Usai di Ujung Pengabdian

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 11:52 WIB

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi

Rabu, 20 Mei 2026 - 10:39 WIB

Dari Game ke Empati: Pengaruh Pembatasan Bermain Game Online terhadap Kecerdasan Emosional Anak

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:55 WIB

Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:57 WIB

Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:17 WIB

Kemudahan yang Menjerat: Krisis Pengelolaan Keuangan di Era Pinjaman Cepat

Berita Terbaru