Oleh: Drs. Asep Abdul Wasit, M.M.
(Kepala Plt Bappeda Kabupaten Sukabumi)
JURNALSUKABUMI.COM – Sejak 2015 Kabupaten Sukabumi secara resmi memiliki Geopark Ciletuh-Palabuhanratu yang merupakan salah satu warisan alam dan memiliki daya tarik perekonomian di dalamnya. Tidak terbatas pada aspek geologis saja tetapi juga aspek keanekaragaman hayati dan budaya menjadi salah satu nilai tambah pada kawasan tersebut.

Melalui geopark yang telah diakui oleh UNESCO, pengembangan potensi sektor pariwisata yang menjadi salah satu upaya dilakukan untuk menciptakan kegiatan ekonomi bagi masyarakat. Menangkap potensi tersebut, secara aktif Kabupaten Sukabumi senantiasa mengoptimalkan branding kawasan tersebut yang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemkab Sukabumi antara lain dengan memperkuat konsep Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, Pelaku Usaha dan Promosi atau dikenal dengan 3A+2P. Melalui konsep tersebut pemerintah berupaya memfasilitasi pengembangan kepariwisataan dengan melibatkan pemberdayaan masyarakat di dalamnya melalui pemanfaatan nilai tambah dari kawasan CPUGGp. Mengacu pada konsep pembangunan CPUGGp, terdapat 7 (tujuh) poin utama yang melandasi pemberdayaan penduduk di kawasan yang terdiri dari 8 kecamatan tersebut yakni.
1. Konservasi Geoheritage;
2. Konservasi Alam dan Lingkungan;
3. Pengembangan Pariwisata;
4. Usaha Pertanian dan Perikanan;
5. Kebudayaan dan Kesenian;
6. Promosi dan Edukasi Geopark;
7. UMKM dan Geoproduk.Ketujuh poin utama pemberdayaan masyarakat tersebut dilandasi oleh pandangan bahwa pembangunan manusia akan hadir apabila sumber daya yang tersedia mampu mendorong kemandirian masyarakat untuk pengembangan ekonomi yang ada. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Sukabumi memahami bahwa keterlibatan aktif masyarakat dan kerjasama yang baik antar stakeholder akan mendorong pengembangan kawasan yang lebih baik. Hal tersebut telah dibuktikan dengan fakta bahwa perekonomian di kawasan CPUGGp mengalami peningkatan baik pasca penetapannya sebagai Geopark Nasional hingga diakui sebagai bagian dari UNESCO.
Lebih lanjut, peningkatan perekonomian melalui kepariwisataan akan semakin optimal apabila dilakukan penerapan sapta pesona pariwisata. Orientasi pada peningkatan kualitas pelayanan pariwisata berkelas dunia hanya akan diraih apabila masyarakat aktif dan meningkatkan kapasitas secara baik, kontinu dan optimal.












