JURNALSUKABUMI.COM – Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap 1 Mei selalu menjadi momentum para pekerja untuk terus menyuarakan dan memperjuangkan hak-haknya. Tidak hanya bagi buruh, rupanya juga tersimpan harapan yang besar dari pihak pengusaha berkaitan dengan peringatan May Day ini.
Seperti yang disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPC Apindo) Kabupaten Sukabumi, Ning Wahyu. Ia mengatakan peringatan hari buruh kali ini, baik pekerja maupun pengusaha menghadapi permasalahan yang pelik. Pandemi covid-19 yang belum juga usai membuat banyak pengusaha gulung tikar.
“Di massa pandemi ini buruh banyak yang kehilangan pekerjaan, sedangkan untuk pengusaha banyak yang harus gulung tikar lantaran tidak bisa bertahan,” kata Ning kepada jurnalsukabumi.com, Sabtu (1/5/2021).
Ning berharap para pekerja atau buruh dapat bergandengan tangan bersama perusahaan-perusahaan yang hingga kini masih berjuang untuk bertahan. Para buruh dan pengusaha harus saling menguatkan untuk mampu melalui masa sulit ini.
“Dalam situasi sulit seperti ini, Serikat Pekerja diharapkan mampu ikut serta mendorong terciptanya situasi yang kondusif sehingga tidak lagi terjadi perusahaan tutup dan karyawan yang terkena Putus Hubungan Kerja (PHK) dan lainnya,” ucapnya.

Ning pun menyampaikan ada beberapa perusahaan di Kabupaten Sukabumi yang tutup terdampak pandemi covid-19. Diantaranya dua garmen, PT Koin Baju Global dan PT Prima Sukses Pro yang berada di Kecamatan Cicurug, dan perusahan produsesn komponen elektronik PT Hit Elektro Mechanic Indonesia.
“Belum lagi perusahaan yang mengurangi karyawan. Jumlahnya jauh lebih banyak lagi,” tutur Ning.
Ia menambahkan, hubungan Bipartit sekarang jauh lebih baik. Dalam situasi pandemi, komunikasi bipartit di masing-masing perusahaan justru semakin meningkat.
“Sehingga hubungan bipartit makin erat terjaga dan juga hubungan tripartit semakin terjalin dengan baik serta lancar dalam komunikasi,” pungkasnya.
Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Mohammad Noor






